Sharing is caring!

“Jangan lari-lari nak! Nanti jatuh!”

“Jangan kesitu. Ada airnya, licin, nanti terpeleset!”

“Awas, jangan main di tangga. Bahaya!”

Sering gak sih Bunda bersikap protektif terhadap si kecil seperti ini? Suka melarang ini dan itu setiap ia berusaha melakukan aktifitas fisik yang dianggap berbahaya? Walaupun maksud hati ingin melindungi, khawatir jika si kecil jatuh dan terluka, namun ternyata melarang si kecil dengan selalu menggunakan kata “Jangan”, “Awas” dan “Tidak Boleh” ternyata tidak baik lo untuk tumbuh kembangnya. Terlalu sering menggunakan kata jangan akan membuat anak menjadi ragu dan takut mengambil keputusan, bahkan tak jarang saat kita melarangnya dengan kata “Jangan” , ia malah melakukan hal yang tidak kita inginkan. Mengapa demikian ya? Karena otak manusia cenderung tidak dapat merespon kalimat negatif, jadi ketika kita katakan jangan si kecil justru berfikir sebaliknya.

Lagipula masa usia 0-2 tahun adalah masa-masa anak menunjukkan egonya. Menunjukkan ke-akuannya adalah hal yang wajar. Malah itu merupakan hal positif karena ia berusaha melangkah dan mempertahankan keinginan dan pendapatnya. Jadi apapun yang Bunda larang percuma saja, karena si kecil tak kan patuh!

Hal paling sederhana untuk melarang si kecil adalah dengan menganti padanan kata jangan dengan kata yang lebih mudah dipahami. Contoh : Jangan lari-lari diganti dengan ” Jalan saja pelan-pelan ya”, atau “Jangan memukul teman” diganti dengan ” “Sayangi temanmu ya.”

Anak Aktif  & Luka Lebam

Ket. foto : Shadiq, si anak aktif dan lincah

Bagaimana dengan saya? Apakah saya termasuk ibu yang protektif? Saat ini si kecil lagi senang-senangnya mengeksplorasi seluruh ruangan di rumah. Ada saja yang dibongkarnya. Membuka tutup laci, berusaha memanjat meja padahal dia belum bisa berjalan lancar, bermain cilukba dbalik kursi dan meja makan dll. Tenaganya kuat sekali, ia bahkan bisa mendorong galon air dengan tangannya,  ia merangkak kesana kemari, mendongak keatas meja, melihat apa yang sedang saya makan, mencoba membuka pintu kulkas, berusaha berpegangan pada rak buku yang tak terlalu kokoh, mencoba membuka tutup pintu, memanjat kasur, dan bergulingan ditempat tidur. Benar-benar seperti baterai energizer ya, non stop 24 jam  hahaa…Tak jarang saat melakukan aksinya, si kecil jatuh dan terluka. Bahkan, tanpa saya sadari tubuhnya sudah lebam ketika sedang asyik bereksplorasi menjelajah seluruh ruangan rumah.

Wah, lebam, berbahaya gak sih?Apa sih lebam itu?

Lebam adalah luka dalam atau memar yang disebabkan pecahnya pembuluh darah kapiler dibawah kulit akibat benturan dengan benda tumpul

Nah, saat pembuluh darah pecah, maka darah akan menyebar ke jaringan sekitarnya yang mengakibatkan timbulnya rasa nyeri dan perubahan warna kulit.

Memar atau lebam pun ternyata memiliki tahapan perubahan warna, yang mengindikasikan proses penyembuhannya, yaitu:

Merah

Sesaat setelah terbentur, kulit akan terlihat memerah . Anda pun akan menyadari bagian tubuh yang terbentur menjadi sedikit bengkak dan terasa nyeri ketika disentuh.

Kebiruan hingga ungu gelap

Biasanya, satu dua hari setelah benturan, warna memar akan menjadi kebiruan atau ungu gelap. Perubahan warna ini disebabkan karena minimnya asupan oksigen dan juga pembengkakan di area sekitar  memar. Akibatnya, hemoglobin yang berwarna merah akan berubah menjadi biru.

Hijau pucat

Memasuki hari keenam, warna memar akan berubah menjadi kehijauan. Hal ini menandakan bahwa hemoglobin yang terdapat dalam darah mulai terurai dan proses penyembuhan sedang berlangsung.

Kuning kecoklatan

Setelah seminggu, luka memar akan berubah warna menjadi lebih terang, yaitu kuning pucat atau cokelat muda. Tahap ini merupakan tahap akhir dari proses penyembuhan memar. Memar tidak akan berubah warna lagi, melainkan hilang secara perlahan dan kembali ke warna asli kulit.

Sedia Thromboflash gel Saat Si Kecil Luka Lebam

Melihat Shadiq lebam awalnya ya cemas juga padahal sebenarnya jika tahu cara penanganan yang tepat, luka lebam atau memar bisa diatasi dengan mudah ,yaitu dengan Thromboflash- Sahabat Keluarga. Thromboflash adalah salep berbentuk gel,  dan kegunaan Thromboflash untuk mengatasi luka dalam/memar/lebam . Sedangkan bahan aktifnya adalah HEPARIN SODIUM 200 IU.

Cara Kerja & Komposisi Thromboflash

Bagaimana cara kerjanya ya?Heparin bekerja dengan cara  melarutkan gumpalan darah yang berada dibawah permukaan kulit  akibat memar, membantu mengurangi peradangan serta melancarkan peredaran darah untuk  mempercepat penyembuhan. Secara umum, Heparin berasal dari dua sumber yaitu : Porcine  (berasal dari mucosa babi dan Bovine (berasal dari mucosa sapi). Duh, kok ada mengandung babi ya?

Lalu, bagaimana dengan Thromboflash gel?Produk ini halalkah?  Uppss tenang Bunda, Thromboflash mengandung heparin yang berasal dari mucosa sapi (bovine) dan sudah bersertifikasi HALAL sehingga aman dan nyaman. Alhamdulillah ya, saya jadi tenang menggunakannya karena soal kehalalan produk dan melindungi konsumen menjadi poin penting bagi saya lho dalam membeli sebuah produk, karena merk-merk sejenis belum tersertifikasi halal. Selain itu cara pakainya juga praktis dan tidak lengket.  Cepat banget meresap ke kulit. Cara pakainya cukup dioleskan pada luka lebam dan memar sampai sembuh. Dan jangan diaplikasikan ke luka terbuka ya Bunda! Ohya, Thromboflash ini tersedia dalam dua ukuran yaitu 10 gr dan 20 gr.

Dimana mendapatkan Thromboflash?

Produk ini agak sulit didapat di kota saya , sudah cari di beberapa apotek namun tidak tersedia. Mungkin karena produk baru jadi masih sulit dicari. Saya beli secara online lewat marketplace Shopee dengan harga Rp. 32.500 untuk ukuran 10 gr. Mungkin di kota lain akan berbeda harga ya.

Mengingat manfaatnya yang sangat besar, Thromboflash wajib ada di Kotak P3K, bahkan wajib dibawa saat travelling karena bentuknya yang kecil dan praktis. Jaga-jaga itu penting ya, karena namanya jatuh kita gak tahu deh kapan saja bisa terjadi. Well prepared lebih baik bukan? Selain  bisa dipakai si kecil , Thromboflash gel juga bisa dipakai seluruh anggota keluarga bila terjadi luka lebam. Benar-benar Sahabat Keluarga ya! So, sekarang kalo si kecil bermain, udah gak takut lebam lagi deh! Bunda sendiri bagaimana? Punya cerita #AksiFlashBunda yang menarik? Yuk, ikutan #Lombablogthromboflash juga. Semoga cerita #AksiFlashBunda untuk lindungi si kecil dari luka lebam ini juga bermanfaat ya buat para Bunda lainnya!

 

 

 

 

 

Sharing is caring!