Sharing is caring!

Perjalanan MPASI Shadiq bermula dari menu tunggal tentunya. Banyak yang heran dan nanya-nanya, kenapa menu tunggal? Apa cukup untuk kebutuhan si bayi?Begini, menu tunggal diberikan kepada bayi untuk mengetahui reaksi bayi terhdap makanan tersebut, apakah menimbulkan alergi atau tidak. Jika kita langsung mencampur semua bahan makanan, tentu kita tidak tahu pasti kan mana makanan penyebab alergi? Nah, menu tunggal diberikan sebagai pengenalan pertama bayi akan rasa dan tekstur makanan selama 14 hari ( sesuai panduan WHO terbaru). Kalau panduan WHO dulu kan, makanan yang disinyalir memicu alergi lebih baik ditunda seperti protein hewani dan kacang-kacangan atau jenis buah tertentu, namun sekarang dianjurkan untuk tes alergi lebih dini, lebih cepat tahu lebih baik, dan jika sudah tahu, pemberian bisa dilakukan bertahap dengan porsi kecil atau bisa ditunda lagi pemberiannya hingga 8-9 bulan hingga anak siap. Karena dari apa yang saya baca, ada alergi yang bersifat permanen dan ada pula yang bersifat menetap seumur hidup. Seperti alergi akan kedelai dan telur mungkin akan menghilang seiring usia bayi, namun mungkin alergi terhadap protein hewani seperti udang, akan terbawa hingga bertahun-tahun.

Bikin catatan menu tunggal 14 hari ternyata gak gampang lo, gak sekedar corat-coret kayak kita nyusun menu makan keluarga sebulan😅, apalagi buat yang pemula seperti saya. Walaupun sekarang Shadiq sudah masuk menu empat bintang, catatan menu tunggal tetaplah penting dan wajib disimpan. Menjadi  reminder tentang makanan apa yang bikin Shadiq alergi, makanan yang dia sukai dan tidak, makanan yang bikin dia susah pup atau diare.

Hal yang penting diingat saat pemberian menu tunggal, porsi pengenalan 2-3 sdm sudah cukup. Gak perlu banyak-banyak, karena pencernaan bayi juga masih beradaptasi sama makanan baru. Jangan khawatir bayi akan kekurangan nutrisi, karena ASI tetap yang utama, dan MPASI hanya sebagai pendamping bukan pengganti. Kalo saya, jadwal pemberian menu tunggal pagi dan sore, pagi sekitar pukul 8.00 pagi dan sore pukul 16.00. Cuma ada saat Shadiq nolak makanan di pagi hari, ntah karena mengantuk atau lagi belum lapar, ya saya lanjutin di siang hari sekitar pukul 13.00 WIB. Durasi makan paling lama 30 menit, habis tidak habis, harus berhenti. Saya gak pernah memaksa Shadiq buat menghabiskan makanannya karena khawatir dia trauma dan gak mau makan lagi. Walau hati ini patah jika Shadiq nolak jenis makanan tertentu, namun berusaha tetap senyum dan bilang, ” Anak Bunda hebat sudah belajar makan. Masih kaget dengan rasa baru y nak? Besok kita coba lagi dengan menu baru ya!” Walau habis itu, Bundanya nangis sesenggukan di kamar mandi smbil nyuci peralatan makannya, terua mikir si bayi kenapa gak suka ya? Harus modif resep lagi dan BELAJAR masak lebih baik lagi. Haha, agak lebay ya.

Berikut catatan menu tunggal MPASI Shadiq selama 14 hari:

1. Pagi : Bubur beras putih organik+Asip

Sore : Puree pisang  cavendish

2. Pagi : Bubur kaldu brokoli

Sore : Puree apel

3. Pagi : Labu kuning

Sore : Puree wortel

4. Pagi : Bubur beras merah

Sore : Puree alpukat

5. Pagi :  Bubur susu kacang hijau+ ub

Sore : Puree pepaya

6.  Pagi :  Puree Telur ayam  kampung

Sore : Puree pir

7. Pagi : Puree ubi ungu

Sore : Puree melon

8. Pagi : Bubur kacang merah

Soree : Jus jeruk manis

9.  Pagi:  Bubur ikan salmon

Sore : Puree buah naga

10. Pagi : Puree jagung manis

Sore : Puree labu siam

11. Pagi : Puree tempe

Sore : Bubur sari bayam

12. Pagi : Puree kentang

Sore : Puree tahu

13. Pagi :  Puree ubi mnis

Sore :  Puree tomat

14. Pagi : Bubur ayam kampung

Sore : Puree kacang polong

Dari catatan ini saya jadi tahu shadiq suka bubur beras putih,  bayam, telur, jagung manis, wortel, alpukat, tahu, tempe , ikan, jeruk dan buah naga, sementara brokoli, beras merah, labu kuning, dan kentang gak terlalu doyan, sisanya sih reaksinya biasa aja, kayak makan pisang, apel, atau melon, gak nolak tapi gak terlalu lahap. Untuk makanan yang dia gak suka atau gak lahap, gak usah putus asa dulu, bisa jadi setelah dimodif, bayi jadi doyan. Contohnya, Shadiq gak suka beras merah, terus saya modif pas menu lewat masa menu tunggal , saya campur jeruk manis, wah dia doyan. Kentang saya campur bayam dan tempe, dia juga suka😁. Shadiq juga sempat gak pup makan brokoli dan kacang merah.😂

Terus makanan yang memicu alergi ada gak? Ada. Namun, saya ceritanya di lain kesempatan ya, kita bahas tentang alergi makanan. Oya, mengenai lemak tambahan seperti eevo Shadiq gak terlalu suka, jadi gak saya pake, palingan unsalted butter saya campur dikit, yang lebih banyak justru dicampur ASIP. Kaldu pun Shadiq gak suka kaldu sapi, lebih suka kaldu ayam.

Hhmm, kalo cerita MPASI emang gak ada habis-habisnya buat saya, semacam catatan perjalanan jadinya, hehe. Membuat saya belajar dan terus belajar menjadi ibu yang lebih baik dan lebih sabar. Karena makanan  homemade tidak sekedar sehat dan bergizi namun ada sentuhan cinta Ibu didalamnya.

Sharing is caring!

Leave a Reply