Happy World Breastfeeding Week 2018

 

Setiap tanggal 1-8 Agustus diperingati sebagai Hari Pekan ASI sedunia atau World Breastfeeding Week, termasuk di Indonesia. Para ibu pejuang ASI  di berbagai belahan dunia banyak yang memposting foto mereka sedang menyusui di berbagai media sosial seperti Instagram dsb. Mereka terlihat gembira menyusui. Senang rasanya di zaman sekarang ini, para ibu sudah semakin sadar tentang pentingnya menyusui. Saat melihat foto-foto mereka, saya pun ikut merasakan rasa bahagia mereka, semangat mereka pun membuat saya ikut terpacu untuk terus menyusui si kecil Shadiq yang kini sudah berusia 10 bulan.

Terharu sekali rasanya melihat si kecil tumbuh sehat dan optimal, segala lelah dan tantangan menyusui pun serasa menguap di udara. Saya percaya Allah sudah mengatur rezeki si kecil melalui ASI yang saya beri. Saya pun harus yakin mampu menyusuinya hingga dua tahun. ASI adalah yang terbaik, ia adalah fondasi awal kehidupan si kecil. Saya tidak ingin berdebat tentang susu formula, semua pilihan kembali kepada si ibu. Yang saya tahu sampai saat ini belum ada susu yang bisa menyamai kandungan gizi yang terdapat dalam ASI. Menyusui bukan sekedar memberikan bayi minum/makan, namun melalui ASI bonding/kedekatan antara seorang ibu dan anaknya terjalin. Melalui ASI pula kita mentransfer seluruh emosi baik itu positif atau negatif. Oleh karena itu, menyusuilah dengan gembira, maka perasaan gembira itu akan menular pada si bayi, memberikan banyak energi positif bagi tumbuh kembangnya. Saat kita menyusui dengan gembira, otomotis hormon oksitosin atau hormon cinta akan keluar dan ASI pun akan mengucur deras. Masya Allah, sungguh maha sempurna ciptaanMu.

Bagi saya, bisa menyusui hingga kini sungguh momen yang benar-benar harus disyukuri. Hal ini mematahkan mitos-mitos menyusui, salah satunya tubuh kurus maka ASInya sedikit. Pada knyataannya tubuh saya yang kurus mampu memproduksi ASI yang cukup buat bayi saya, bahkan berlebih. Karena menyusui tidak ada hubungannya dengan postur tubuh, namun  kembali kepada prinsip menyusui : supply by demand. Semakin sering disusui dan dikosongkan, maka payudara akan terus memproduksi ASI. Namun jika jarang disusui, ASI akan menyusut dengan sendirinya. Mitos lain yang mengatakan ibu menyusui tidak boleh makan pedas atau minuman dingin karena takut bayi akan pilek dan batuk. Itu tidaklah benar, ASI di payudara akan tetap hangat 37’C tidak terpengaruh makanan atau minuman. Dan sebenarnya masih banyak lagi mitos menyusui yang masih dipercayai banyak orang sampai sekarang. Saya yang generasi millenial kudu sabar dan hati-hati untuk menjelaskan ke generasi X alias generasi tua, termasuk orangtua untuk memberitahu mengenai fakta dan mitos menyusui, hehehe.

Menyusui itu memang harus keras kepala. Begadang tiap malam dan menyusui bayi newborn per 3 jam juga udah wajib. Namun, masalah puting lecet dan perih yang menjadi momok utama menyusui buat ibu baru, juga pernah saya alami. Kalau orang bilang menyusui itu wajar sakit, hhmm harus diteliti dulu, jika awal-awal karena ASI belum keluar atau payudara bengkak karena ASI belum lancar mungkin masih wajar, namun jika sakit terus menerus apalagi sampai puting luka dan bernanah, harus diwaspadai, karena itu mungkin disebabkan latch on atau pelekatan yang salah. Kuncinya mau  belajar dan cari tahu, tanya ke orang yang berpengalaman seperti konselor laktasi dan gabung ke komunitas menyusui. Saya juga pernah mengalami masa-masa puting lecet saat awal menyusui, namun Alhamdulillah tidak sampai luka atau mastitis. Seorang rekan yang sudah berpengalaman menyusui dua anak, memperbaiki posisi menyusui saya yang masih salah dan ternyata benar, rasanya tidak lagi sakit. Saya terus belajar memperbaiki pelekatan dan itu berlangsung berbulan-bulan! Mood menyusui saya juga sering naik turun, karena itu saya suka baca buku tentang menyusui, blogwalking tentang pejuang ASI, suka lihat-lihat quotes menyusui, ikut workshop atau seminar tentang ASI, dan makan makanan yang kita suka (usahakan yang sehat seperti sayur dan buah). Kalau booster ASI hanya sebagai tambahan saja. Sampai sekarang pun saya masih ikut bergabung  ke komunitas menyusui meskipun Shadiq sudah MPASI. Berteman dengan sesama ibu yang pro ASI dan menyusui bikin kita lebih kuat dan percaya diri menyusui.

Buat para ibu baru yang sedang berjuang memberikan ASI dan yang ingin memberi ASI hingga dua tahun, tetaplah bersemangat

Buat para ibu yang tetap memberikan ASI walau tanpa support orang-orang terdekat dan lingkungan, you’re strong mom, I am proud of you!

Buat para Ibu yang ikhlas terjaga setiap malam dengan mata sembab karena menyusui, kalian hebat!

Buat orang-orang yang tidak paham pentingnya menyusui, sibuk menjudge para Ibu bahwa ASI sedikit/kurang, semoga kalian bisa belajar dan update ilmu menyusui karena ibu menyusui harus happy!

Buat para Ibu yang tetap menyusui meski dalam keadaan sakit, semoga segera sembuh! You’re a great mom!

Buat para ibu yang menyusui, we must to be happy! Lakukan apa yang membuatmu bahagia, maka ASI akan mengalir lancar. Insha Allah.

Happy breastfeeding week 2018 for all strong mom in the world! I always support you! 

 

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *