I Love Books

YunitaSari.com – Saya pencinta buku. Sedari kecil hingga sekarang kecintaan saya terhadap buku tidak pernah berkurang. Saya tidak tahu mengapa, karena di keluarga saya, hanya saya dan papa yang suka membaca, sedangkan mama dan abang saya tidak. Mungkin memang benar, kebiasaan membaca adalah proses internalisasi, yaitu pembiasaan yang dilakukan selama bertahun-tahun. Papa saya suka sekali mengajak saya ke toko buku minimal dua minggu sekali. Disana saya akan diantar ke bagian buku anak-anak dan dibiarkan membaca dan memilih buku anak-anak sepuas hati. Setelah selesai , biasanya saya diberikan jatah beberapa buku untuk dibeli, dan saya akan merasa senang sekali setelah keluar dari toko buku sambil menenteng buku baru. Pengalaman ini terasa begitu menyenangkan bagi saya dan membekas hingga kini. Saya pernah bilang ke papa saya kalau sudah besar saya akan membeli toko buku ini. Papa saya hanya tertawa mendengar ocehan anak kecil seperti saya.

Saya mencintai buku. Aroma toko buku membuat saya selalu rindu, ingin datang lagi dan lagi. Hingga akhirnya saya memilih jurusan yang tidak jauh-jauh dari buku : ilmu perpustakaan. Namun, saya baru benar-benar paham tentang pengorganisasian buku setelah saya masuk jurusan ini, dan setelah saya terjun ke library science, saya semakin mencintainya. Saya baru mengetahui bahwa pengelolaan sebuah perpustakaan tidaklah semudah yang difikirkan orang lain. Butuh ilmu manajemen, penguasaan bahasa Inggris, pemahaman mengenai teknologi informasi perpustakaan yang mumpuni, serta ilmu-ilmu lain yang mendukung, bahkan kami mempelajari psikologi, ilmu kesehatan dan kedokteran, dan kearsipan.

Setelah menikah, kesukaan saya terhadap buku tidak berubah. Dan saya beruntung memiliki suami yang juga suka membaca. Walaupun genre buku kami berbeda, tidak masalah. Suami lebih suka buku-buku tentangĀ  internet marketing, marketing, keuangan, dan pendidikan karakter, sedangkan saya lebih suka novel terjemahan, buku parenting, dan sekarang buku masak. Hahaha… mungkin sejak suami saya bilang lebih baik membeli buku yang manfaatnya bisa kita rasakan, apa yang dibaca bisa dipraktikkan. Nah, yang paling gampang dipraktikkan dan terlihat nyata hasilnya ya buku masak. Impian kami juga sama, yaitu kalau nanti punya rumah sendiri saya dan suami ingin memiliki ruangan yang bisa dijadikan perpustakaan pribadi sekaligus ruang kerja. Ruangan tempat kami membaca, belajar, dan mengerjakan pekerjaan kantor. Semoga suatu saat impian ini bisa terwujud. Gimana dengan kamu? Buku favorite kamu apa? Share yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *