Sharing is caring!

 

Ayo, siapa disini yang anaknya susah banget disuruh makan buah dan sayur? Duh, sepertinya ini jadi permasalahan klasik dari ibu-ibu zaman generasi kakek nenek kita sampai generasi millenial ya!

Menurut riset Kementerian Kesehatan RI, di Indonesia sebanyak 82,6 % balita kurang mengkonsumsi sayur dan 35,2 % kurang mengkonsumsi buah.

Sedangkan total konsumsi sayur dan buah hanya mencapai 79,4% dari total kebutuhan 300gr-400gr/orang/hari.

Bahkan disebut- sebut Indonesia darurat konsumsi sayur & buah lho ,seperti dalam gambar berikut:

Fakta ini menunjukkan bahwa di Indonesia,  kurang mengonsumsi sayur dan buah. Padahal sesuai penerapan gizi seimbang yang dikeluarkan Permenkes RI no. 41 tahun 2014, merekomendasikan konsumsi sayur dan buah sebanyak 50% untuk sekali porsi makan.

Mengapa konsumsi sayur & buah penting bagi balita?

1. Sumber Zat Gizi

Sayur dan buah memiliki sumber zat gizi seperti karbohidrat, kalsium, zat besi,vitamin dan mineral. Konsumsi sayur dan buah membantu tumbuh kembang balita lebih optimal dan membantu mempertahankan fungsi sel. Balita yang rutin makan buah dan sayur maka tubuhnya pun tetap sehat dan aktif bergerak.

2. Mencegah Obesitas

Sumber foto http://alatbayi.net/tag/alat-bayi/page/8/

Perhatiin deh balita zaman now, adakah yg mengalami kegemukan alias obesitas padahal usianya masih sangat muda? Kemungkinan disebabkan pola makan yang tidak sehat, banyak mengkonsumsi gula dan junk food, kurang gerak, serta jarang makan buah dan sayur. Sayur dan buah memiliki kandungan serat yang tinggi namun rendah kalori dan lemak sehingga mengurangi resiko obesitas.Selain itu, kandungan gula alami atau fruktosa dalam buah lebih menyehatkan untuk balita dibanding memberikan jus buah kemasan yang banyak mengandung gula buatan. Yuk ganti cemilan anak kita dengan buah dan sayur!

3.Mencegah konstipasi

Sumber foto : http://www.bounty.com/a-z-family-illness/baby-illnesses/constipation-in-babies

Serat pada sayur dan buah membantu balita untuk BAB lebih lancar dan cegah konstipasi.

Menurut Journal of Clinical Nursing 2010, kurangnya konsumsi sayur dan buah meningkatkan resiko konstipasi pada anak sebanyak 13 kali lipat (Ensiklopedia Mini MPASI ,p. 109).

4. Cegah Dehidrasi

 

Sumber foto : www.babycouture.in/wp-content/uploads/2016/10/dehydration-baby.jpg

Tubuh terdiri dari 80% air. Tak hanya minum air putih saja, sayur dan buah turut membantu mencukupi kebutuhan air dalam tubuh. Sayur dan buah memiliki banyak kandungan cairan untuk mencegah dehidrasi pada balita.

5. Mencegah Penyakit

 

 

Sumber foto : The healthinside.com/wp-contents/uploads/2016/11/heart-attact-in-kids.jpg

Sayur dan buah yang rutin dikonsumsi memiliki khasiat mengurangi resiko berbagai penyakit yang sering menyerang balita dan anak-anak, seperti kanker, jantung koroner dan diabetes.

Duh, manfaatnya banyak banget ya buibu. Terus, gimana dong supaya si kecil mau makan sayur? Udah capek-capek masak, ehh si kecil tetap menolak. Huft!

Pengalaman saya dan tips agar anak mau makan buah dan sayur

Kalau saya sendiri bagaimana? Kebetulan saat ini saya memiliki satu orang anak yang masih berusia 15 bulan. Untuk urusan makan sayur dan buah, si kecil jagonya. Dia suka sekali makan sayur dan buah. Alhamdulillah. Dan kebiasaan ini  tidak terjadi secara instan ya, melainkan sebuah proses yang panjang. Saya sudah membiasakan si kecil makan sayur dan buah setiap hari sejak usianya 6 bulan dan siap untuk MPASI. Jadi teringat awal-awal mulai MPASI, si kecil masih ogah-ogahan, bahkan di hari kedua dia makan puree brokoli yang saya buat, saya malah disembur. Duhhh, sedih akutuhhh. Memang butuh kesabaran ekstra ya supaya balita mau makan sayur dan buah. Kuncinya adalah SABAR dan KONSISTEN. Terdengar klise ya, tapi memang benar adanya. Sekarang brokoli jadi salah satu sayuran favorit anak saya dong.

Beberapa tips lainnya agar anak mau makan sayur dan buah yang pernah saya lakukan adalah:

  • Memasak sayuran yang bervariasi setiap hari agar si kecil tidak bosan.
  • Membuat puding buah sebagai selingan makanan balita seperti oat apple puding, puding mangga, dsb.
  • Membuat cake dengan bahan dasar sayur dan buah, contohnya  oat pumpkin steam cake.

  • Buah bisa dibuat smoothies ataupun es krim loli buah
  • Selalu mencampurkan sayuran ke dalam aneka masakan dan cemilan, misalnya mie, perkedel, bakwan dan nugget.

Mie khusus untuk bayi dengan campuran wortel dan brokoli

  • Telur dadar dicampur aneka sayuran seperti seledri, daun prey, wortel dan buncis
  • Bikin salad buah dengan campuran mayones buatan sendiri.
  • Membeli peralatan makan warna-warni yang lucu dan menarik agar si kecil tertarik untuk makan
  • Sesekali membiarkan si kecil mencoba makanannya sendiri. Tidak apa-apa berantakan yang penting dia senang makan sayur dan buah.
  • Jangan pernah memaksa si kecil untuk menghabiskan makanannya ya. Jika baru pertama coba ia menolak, itu wajar karena masih terasa asing baginya. Maka bisa kita coba lain kali. Jika kita paksa malah akan membuat ia trauma makan sayur dan buah.
  • Biarkan si kecil duduk di kursinya sendiri dan ikut makan bersama keluarga di satu meja makan akan membuat si kecil bergembira menghabiskan sayur dan buahnya.

Salah satu resep favourite si kecil adalah sup ayam dengan banyak sayur seperti wortel, kentang, seledri, dan daun prey.

Dan yang terpenting adalah orangtua harus menjadi CONTOH. Ya, anak meniru perilaku orangtua termasuk perilaku makan. Jika ia melihat orangtua suka makan sayur dan buah, maka si kecil pun akan turut menyukainya. Jadi, jangan hanya ngomel-ngomel sama anak ya untuk makan sayur dan buah, sementara ayah dan ibu sukanya makan junk food, hahaha…

Segitu pentingnya konsumsi sayur dan buah bagi balita, maka sudah sewajarnyalah setiap ibu menyadari dan memahami dengan banyak meng-update informasi mengenai gizi, kesehatan anak dan pola makan yang sehat. Awal-awal si kecil mulai makan, saya membeli banyak buku,  mencoba berbagai variasi resep, googling mengenai makanan bayi dan follow akun IG parenting yang membahas makanan bayi dan balita. Shadiq menyukai sayur dan buah juga secara bertahap dan melalui proses belajar yang terus menerus.

Jadikan makan buah dan sayur menjadi momen yang membahagiakan buat anak. Saya suka mengenalkan sayuran dan buah pada Shadiq dengan cara membiarkan ia memegangnya, merasakan teksturnya, mencium aromanya, lalu saya sebutkan jenis sayur atau buah apa. Jika ia suka dan tertarik, ia akan memakannya, dan kita pun bisa menyelipkan cerita-cerita tentang manfaat sayur dan buah serta rasa yang enak. Semoga cerita saya bisa menginspirasi para ibu membiasakan konsumsi sayur dan buah bagi balita untuk kehidupan yang lebih baik. Yuk, jadikan anak kita #generasimakansayurdanbuah sejak dini!

Sumber referensi:

*artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Bion (Berbagi Informasi Nutrisi) dengan tema “Konsumsi Sayur dan Buah untuk Kehidupan yang Lebih baik”, yang diadakan Cap Panah Merah.

 

Sharing is caring!