Membuat Jurnal Syukur untuk Menjaga Kesehatan Mental

Kita tahu saat ini dunia sedang tidak baik-baik saja. Hastag #dirumahaja saat ini sedang digaungkan dimana-mana untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid 19. Jujur, setiap membaca berita covid 19 terus menerus membuat saya dilanda kecemasan dan rasa panik berlebihan, tiba-tiba kadang merasa sesak nafas dan pusing. Disaat situasi seperti ini, menjaga kesehatan mental sangatlah penting. Selain mengurangi membaca berita negatif , membuat jurnal rasa syukur (gratitude journal) mungkin bisa mengurangi rasa cemas dan menjaga kewarasan kita, terutama bagi para ibu yang fulltime seperti saya, yang biasanya punya kebiasaan ‘me time’ di akhir pekan dengan berjalan-jalan di luar rumah, kini harus menunda dulu untuk waktu yang belum ditentukan demi kebaikan bersama. Membuat jurnal rasa syukur di tengah kesulitan seolah memberi oase bahwa akan selalu ada hal baik yang terjadi hari ini.

Jurnal syukur selain untuk menjaga kesehatan mental, juga sebagai self healing. Setiap manusia pasti memiliki masa lalu atau luka yang masih tersimpan hingga kini, saya menyebutnya inner child atau kalau Ibu Silmi Risman menyebutnya “sampah emosi masa lalu”. Menulis bisa menjadi media yang pas untuk menumpahkan segala perasaan atau uneg-uneg di hati. Dengan menulis hal positif hari ini bisa memberikan energi baik dan mengurangi kecemasan, kesedihan, kemarahan, kekesalan dan perasaan negatif lainnya. Bahkan sebenarnya hal yang menurut kita negatif bisa menjadi positif jika kita melihat dari sudut pandang berbeda. Contohnya ketika anak menumpahkan makanan atau makan berantakan maka bersyukurlah, ia dalam proses belajar untuk mandiri jadi biarkan anak memegang sendok atau alat makannya sendiri. Juga ketika anak coret-coret dinding, bersyukurlah karena si kecil sedang melatih motoriknya, mengembangkan imajinasinya dn mungkin punya bakat seniman dalam dirinya. Kita tinggal memfasilitasinya dengan mmberikan media yang benar seperti kertas dan alat gambar lainnya.

Lalu, bagaimana cara membuat jurnal syukur? Sebenarnya sangat mudah lho. Kita cukup menuliskan minimal 3 (tiga) hal baik yang terjadi hari ini sehingga membuat kita bersyukur untuk itu. Kita bisa menuliskannya rutin, misalnya di pagi hari setelah sholat subuh atau pada malam hari sebelum tidur disaat suasana hening dan tenang agar kita fokus menulis. Tidak perlu lama-lama, cukup 15 menit setiap hari. Usahakan yang kita tulis adalah hal-hal yang rinci dan mendetail, misalnya daripada menulis “Saya bersyukur karena memiliki suami yang mensupport saya” , mending kamu menulis “Saya bersyukur karena suami saya membantu saya menjaga anak hari ini saat saya memasak dan membantu saya mencucikan piring di pagi hari.”  Sertakan quote favourite kamu yang mendukung ceritamu , juga ayat Alquran yanh bisa menggambarkan perasaan bersyukurmu hari itu. Mudah bukan?Atau bisa juga kita bersyukur ketika orang lain mendapatkan rezeki atau keberuntungan lain. Kita doakan orang-orang tersebut agar diberi kebaikan dan kebahagiaan dalam hidupnya. Percayalah doa baik akan kembali pada diri kita dan kebaikan akan terus menular kepada orang-orang disekitar. Oh,ya usahakan kamu punya buku atau catatan untuk menulis jurnal syukurmu ya atau jika kamu masih bingung menuliskan jurnal syukur, kamu bisa mngunduh filenya di SINI. Gratis ! Menulis jurnal syukur di note gadget juga bisa sih, namun mungkin feel nya beda ya dibanding tulisan tangan, tapi jika kamu gak masalah menulis di gadget, it’s okey lanjutin saja.

Berikut contoh jurnal syukur saya tanggal 12 April 2020

1. Saya bersyukur karena hari ini anak saya makannya lahap sekali setelah disapih dengn metode weaning with love. Hari ini dia makan bihun goreng  saat sarapan,  lalu makan ayam bakar saat makan siang juga cemilan pisang goreng dan bubur candil yang semuanya saya masak dengan sepenuh hati.

2. Saya bersyukur karena suami saya menemani saya belanja ke pasar pagi ini. Disaat wabah covid 19 dan orang-orang kesulitan keuangan, saya masih diberi rezeki untuk belanja kebutuhan makan untuk seminggu ke depan.

3. Saya bersyukur karena bisa ikut dua kulwap sekaligus hari ini, yaitu kulwap Homeschooling Mandiri Ibu Kreatif dan kulwap Managemen Cinta Ananda oleh Kiki Barkiah. Sangat bahagia rasanya bisa tetap belajar parenting secara online meskipun hanya dari rumah.

Quote favourite : Sesungguhnya selalu ada kebaikan dalam setiap fase waktu dan peristiwa yang kita alami. -Unknown

Ayat favourite : Q.S Al-Quraisy 3-4

(3)Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah).

(4)Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.

Kira-kira begitu isi jurnal syukur saya. Mudah bukan? Yuk, coba tulis malam ini!

Semoga bermanfaat ya!