Sharing is caring!

 

Halo, moms , welcome 2019!  Baru sekarang sempat nulis lagi, banyak tantangan nulis di akhir tahun yang terlewat bahkan keinginan mengikuti beberapa lomba blog juga gagal, karena sudah kepepet deadline. Haha, sudahlah tak perlu disesali. Mari kita awali tahun 2019 dengan penuh rasa syukur dan icip -icip kuliner lokal nusantara. Kebetulan hari Minggu kemarin saya baru saja mengunjungi Cafe Rumah Pohon. Sebenarnya ini bukan cafe baru ya karena sudah berdiri sejak tahun 2016 tapi baru sekarang bisa kesini. Letaknya di pinggir Jalan Sei Belutu. Kalau mata tidak jeli, cafe ini tak begitu terlihat ya karena hanya ada penanda kecil dan tempatnya rimbun dipenuhi pepohonan.

Awalnya pagi itu kami mau mengajak si kecil berenang, mumpung ayahnya masih libur tahun baru, tapi ternyata kolam renangnya tutup, akhirnya kami singgah di cafe ini. Niatnya mau sarapan pagi saja karena memang dari rumah perginya sekitar pukul 08.00 wib  dan belum sarapan.  Kami pikir cafe ini masih tutup, tapi ya coba masuk aja. Ternyata sudah buka namun memang masih sepi, mungkin karena memang masih pagi dan masih pada liburan keluar kota ya. Hanya ada beberapa orang bapak dan ibu-ibu yang sedang sarapan di satu meja dan berpakaian olahraga. Kami pun disambut dengan ramah oleh pelayan di cafe tersebut.

Kami memilih duduk di kursi sofa yang lebar di pojokan dekat pohon supaya si kecil bisa bersandar. Baby chair juga tersedia disini tapi ternyata si kecil nyaman di sofa dan duduk dengan tenang. Syukurlah. Maka kami pun memesan nasi uduk dan lontong sayur  untuk sarapan dan memesan sepiring kentang goreng  untuk makan Shadiq. Sebenarnya saya juga bawa bekal sarapan si kecil berupa mie telur goreng karena tadi mau di makan di area kolam renang. Tapi gakpapa, sambil menunggu kentang goreng datang, saya menyuapi si kecil dan ia makan dengan lahap.

Sambil menunggu makanan datang, kami melihat-lihat sekeliling cafe. Cafe Rumah Pohon ini unik sekali karena banyak memajang peralatan makan di jaman doeloe, jaman kakek nenek kita kali ya seperti piring, gelas, kaleng kerupuk, dan rantang kaleng. Piring-piring kaleng disusun sedemikian rupa sebagai hiasan dinding. Pohon-pohon disini rindang sehingga udaranya sejuk meskipun tanpa AC di lantai bawah. Hanya kipas dan angin sepoi-sepoi yang menemani kita dan senangnya Shadiq terlihat enjoy sekali sehingga kami bisa bersantai-santai. Tak lama makanan yang kami pesan datang. Lontong sayur dan nasi uduk ditata apik dalam piring agak cekung dan porsinya cukup besar. Setelah kami icip-icip rasanya enak! Terutama nasi uduknya, lengkap dengan telur bulat sambal, bihun, terong tempe sambel, kerupuk, dan bawang goreng. Lontong sayurnya lumayan, agak keras sih lontongnya, saya kebetulan kurang suka dengan lontong yang keras, ya selera orang beda-beda ya tapi cukup enak. Selain itu di meja kami juga tersedia beberapa jenis kue basah, roti, dan cemilan seperti keripik. Untuk minumnya  tersedia kopi dan teh, juga air putih yang boleh diisi ulang gratis. Kopi dan teh kita dapat kita buat sendiri ya disini jadi bisa disesuaikan gulanya mau seberapa banyak, mantap kan!  Kentang goreng yang kami pesan buat si kecil juga porsinya lumayan banyak dan si kecil betah duduk berlama-lama menikmati kentang gorengnya. Kami pun bisa makan dengan tenang.

Selesai makan kami masih berkeliling disana. Banyak spot foto bagus dan lucu. Buat yang hobi berfoto dan berselfie ria, cocoklah ya kesini! Cafe Rumah Pohon ini ada dua lantai, lantai keduanya dipenuhi jendela lebar namun tak sempat kami foto. Tadinya saya pikir benar-benar seperti rumah pohon dalam cerita anak-anak yang kita mesti memanjat tangga tali, hehehe ternyata gak ya. Disebut rumah pohon karena ada banyak pohon dulu tempat anak-anak pemilik cafe ini bermain. Denger-denger sih pemilik cafe ini adalah orang Batak-Australia tapi masakan yang tersedia justru masakan lokal lo. Menunya seperti ayam andaliman dan sate rusa juga ada katanya, kapan-kapan boleh juga tuh dicoba.

Soal harga makanan ya agak sedikit mahal sih tapi sesuai lah dengan rasanya dan penyajiannya juga bersih dan apik. Untuk seporsi nasi uduk dihargai Rp. 17500, sama dengan lontongnya. Kentang goreng homemade Rp. 20.000. Gimana penasaran? Kalau pengen nyobain sarapan kuliner lokal Medan dengan suasana yang beda, coba deh kunjungi Cafe Rumah Pohon ini! Moga terinspirasi ya dengan tulisan ini. Share dan komen  ya jika kamu suka! Jangan lupa bahagia moms dan sambut tahun baru dengan setumpuk harapan dan optimisme. See you!

 

Sharing is caring!