Menulis dari Hati atau Karena Uang?

menulis dari hati atau karena uang

Sebagai blogger, saat ditanya pertanyaan seperti ini saya menjadi terdiam sejenak. Sulit untuk menjawab? Sebenarnya tidak. Cukup tanyakan kepada hati kecilmu. Yup, selama ini menulis blog karena apa? Karena saya menyukainya. That’s it. Menulis blog bagi saya adalah ‘me time’ yang menyenangkan, seperti semacam terapi dalam mengatasi kejenuhan yang kadang melanda stay at home mom seperti saya. Di saat anak sudah tidur, disitulah saya menulis blog, menyampaikan semua ide, pikiran, opini, gagasan tanpa takut ditolak atau dijudge.

start writing no matter what

Menulis blog menjadi tempat berbagi pengalaman mengenai parenting sekaligus mendokumentasikan perjalanan tumbuh kembang si buah hati. Kelak ini akan menjadi kenangan manis bagi saya jika si kecil sudah dewasa. Bahwa mungkin saya akan merindukan kembali momen saat ia masih bayi, maka saya tinggal membuka blog dan membaca ulang tulisan itu. Terkadang saya memng suka membaca ulang tulisan saya dan suka takjub bahwa saya ternyata pernah menulis tentang ini misalnya, dan kadang merasa seperti tak mungkin bisa menulis sepanjang ini jika memang tak berminat di bidang ini.

Lalu bagaimana menulis karena uang? Saya tidak memungkiri bahwa saya juga pernah menerima uang untuk beberapa project menulis. Tidak apa-apa asalkan itu sesuai dengan passion dan personal branding yang dibangun. Tidak semua project menulis saya ambil karena jika saya merasa tidak cocok atau bertentangan dengan apa yang saya yakini, maka saya tolak. Menulis karena iming-iming bayaran memang terasa lebih berat ya, karena kita menulis harus sesuai dengan brief yang diminta klien dan ada deadline pengumpulan tulisan. Jika klien merasa puas dengan tulisan yang dibuat, maka rasanya senang sekali. Karena menulis dengan bayaran pun, itu sebuah amanah, karena kita harus mampu menyampaikan pesan yang tersirat dalam tulisan kita. Menulislah dengan jujur dan tidak berlebihan, terutama jika itu menyangkut review produk karena mungkin saja banyak orang yang akan tertarik memcoba setelah membaca review kita. Apa jadinya jika review kita bohong? Tentu bisa mengecewakan banyak orang, bahkan mungkin membahayakan jika ternyata produknya tidak aman. Selain itu, jika kita menulis hanya karena bayaran dan tak sepenuh hati, sulit membuat tulisan yang mengalir dan enak dibaca.

 

Saya jadi ingat status instastory mbak Mollyta Muchtar , seorang lifestyle blogger yang terkenal di Medan yang mengatakan begini:

Mungkin ini prinsip yang perlu diingat baik-baik. Kalau uang dikantong Rp. 100.000 maka jangan sekali-kali berusaha terlihat punya Rp. 1.000.000, nanti sengsara sendiri. kalau kerja juga usahakan ngga rakus, semua segmen dihajar. Lah, positioning-mu maunya dimana? ini juga pengingat diri sendiri. Percayalah, rezeki udah ada porsinya masing-masing 🙂

Ketika ditanya bagaimana caranya mendapat project menulis, beliau mengatakan,

“Hehehe ngga ada tips khusus sebetulnya. Cuma rajin update blog dengan tulisan yg sesuai sama niche utama, Mba. Socmed juga diperhatikan.”

Selain itu blogger yang ramah dan murah senyum ini pun bilang:

“Harus fokus memang pas ngebangun branding-nya. Sama konsisten aja nulis, ada atau ngga kerjaan. Kalau bisa banyakin tulisan organik alias non sponsored post😊”

Sebenarnya instastory ini sudah cukup lama ditulis, namun entah mengapa begitu menginspirasi saya. Saya juga sudah meminta izin beliau untuk mempost ulang instastory nya dan beliau mengizinkan.

just write

Suami juga selalu bilang, “Tulis saja apa yang kamu suka tentang parenting. Mungkin saja tulisan kamu sedang dicari orang. Rutin menulis, tak perlu terlalu mengejar uang. Semakin dicari, uang malah semakin menjauh. Ibarat kupu-kupu, jika kita terus mengejar, justru ia akan semakin menjauh, lalu kenapa tidak kita bangun taman bunganya saja supaya si kupu-kupu akan datang dengan sendirinya.”

Menulis dari hati memang terasa berbeda, terasa nyaman dan bikin hati tenang. Pernah gak kita baca blog yang semua isinya kebanyakan sponsored post alias dibayar, dan jarang sekali tulisannya organik? Rasanya jadi agak males bacanya ya, habisnya iklan produk melulu, hehehe.

Ohya, beberapa tips dari saya yang ingin mulai menulis:

1. Niatkan karena Allah

Menulislah dengan niat baik, karena Allah. Segala aktifitas, termasuk menulis, yang diniatkan karena Allah, akan dimudahkan, Insha Allah. Tetapkan tujuan menulismu sehingga bisa menambah motivasi dalam menulis. Jangan buru-buru terpikir tentang uang atau materi yang didapat karena menulis. Jadikanlah menulis sebagai ladang amal bagimu untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan, misalnya.

2. Cari topik yang disukai

Tulislah sesuatu yang memang kamu sukai dan kamu kuasai. Kalau suka travelling, tulislah tentang pengalaman liburanmu, kalau suka kuliner, tulis saja tempat-tempat kuliner yang menarik dan pernah kamu datangi. Kalau suka menulis tentang parenting, ya tulis juga tentang parenting. Apa saja bisa ditulis kok sebenarnya, bahkan kalau suka cerpen, bisa juga mencoba menulis cerpen.

3. Riset atau cari data

Yup, sebaiknya sebelum menulis, kamu lakukan riset dulu alias mencari data pendukung tulisanmu agar lebih menguatkan opinimu. Sumber referensi jangan lupa dicantumkan jika kamu mengambil dari tulisan orang lain atau buku, kalau perlu minta izin ke penulisnya ya jika kamu mengutip artikelnya.

4. Rutinkan menulis

Menulislah setiap hari. Luangkan waktu terbaikmu, pagi atau malam hari saat senggang untuk menulis sekitar 15 menit saja sudah cukup. Menulis satu paragraf pun tak jadi soal, lama kelamaan tulisanmu akan semakin berkembang. Bakat menulis namun tak pernah diasah sama saja akan hilang nantinya. Ini juga masih peer loh buat saya. Karena itu saya tantang diri saya untuk menulis setiap hari di kelas literasi ibu profesional. Bagi yang mau ikutan bisa join di grup FB nya ya.

5. Share ke media sosial

Setelah tulisanmu selesai, coba share ke media sosialmu, ntah itu facebook, instagram atau blog. Bisa jadi tulisanmu sedang dicari orang lain. Kamu juga bisa mendapat teman dan kenalan baru lewat tulisan lho. Terkadang kita perlu juga melihat penilaian orang lain tentang hasil tulisan kita agar lebih termotivasi.

Menulislah dengan sepenuh hatimu. Urusan rezeki biar Allah yang atur. Niat, terus berlatih dan konsisten dalam menulis, Insya Allah project menulis akan menghampiri.