Momen-momen Romantis Versi Saya

 

Tulisan ini terinspirasi dari buku Menikah Untuk Bahagia karya Mbak Nunik dan Indra Noveldy. Tentang pacaran sesudah menikah dan tentang bahasa cinta (love language) terhadap pasangan ternyata penting termasuk terus romantis ya . Oke, tentang momen romantis.

Apa sih romantis? Perasaan ingin memanjakan dan menyenangkan pasangan dengan segala cara kan? Kata orang kalo udah nikah tuh beda sama waktu masih pacaran, gak ada lagi romantis-romantisan. Menurut saya sih ketika menikah justru harus lebih romantis. Kan udah halal, mau ekspresikan rasa cinta bisa bebas-sebebasnya aja, tapi tetap la jangan sampe bikin risih orang depan umum, haha. Hhmm, kalau ditanya momen romantis dengan pasangan (suami), agak sulit juga sebenarnya, karena suami bukan orang yang suka gombal kata-kata mesra tiap hari. Dan kebetulan saya juga gak suka kata-kata gombalan, kalau tidak diiringin action alias tindakan. Ya iyalah…  Pengen flashback jadinya momen-momen (yang saya anggap) romantis selama menikah yang (mungkin) buat orang lain biasa saja.

Momen-momen romantis itu saat…

  • Waktu saya sakit tipus menjelang pernikahan, dia yg saat itu masih calon suami, pagi-pagi langsung sigap anterin saya ke klinik , nemenin periksa darah dan jengukin saya. Ah, so sweet, dari situ jadi semkin yakin kalo dia  bakal jadi pendamping saya nanti.
  • Momen dimana saya sudah telat seminggu, namun akhirnya haid lagi, dan saya menangis sedih, suami saya menghibur dan memeluk saya. Ingat banget, itu masa-masa penantian memiliki momongan, hampir setahun pernikahan, penuh suka dan duka.😀
  • Saat saya melahirkan, suami selalu berada di samping saya dan selalu mensupport saya menyusui. Dengan telaten dan sabar membantu saya menemukan pelekatan dan posisi yang pas untuk menyusui dengan kondisi pasca sesar yang bahkan untuk miring juga sakit sekali.
  • Momen dimana suami tanpa sungkan memandikan saya dengan air hangat di rumah sakit di hari ketiga lahiran, dan kondisi masih nifas, tidak jijik membersihkan darah nifas, menurut saya itu momen palinggggg romantis. Dalam hati nangis terharu, betapa beruntungnya saya bertemu lelaki sebaik dan sesabar ini.
  • Saat saya kecapekan dan kelelahan mengurus Shadiq , kurang tidur semalaman, besok pagi saat saya bangun, sarapan sudah tersedia, piring-piring kotor sudah dicuci dan dapur sudah bersih. Duhhh, bahagiaaa banget… makin cinta deh.
  • Saat saya lelah dan jenuh memasak, maka si abang gak pernah marah, dan menawarkan membelikan makanan di luar.

Banyak sih momen-momen romantis lainnya tapi sepertinya itu yang paling berkesan. Heran ya, kenapa momen romantisnya saat lagi keadaan sedih, sakit, capek, dll karena menurut saya itu hal yang langka!

Pasangan yang mau romantis saat pasangannya sedang sehat, fisik yang cantik/tampan dan dandanan yang sempurna itu biasa, namun pasangan yang tetap mau romantis dalam keadaan apapun, menerima kekurangan kita disaat kita jatuh, sakit, lemah dan terpuruk, belum tentu!

Mungkin juga suami sudah paham betul yang saya suka. Saya lebih suka service of excellent daripada sekedar hadiah dan kata-kata. Itulah momen romantis versi saya. Kalau kamu?

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *