Breastfeeding Story Part 2 : Nyaman Menyusui Dengan Philips Avent Manual Breastpump Standard Scf900

Kalau ditanya senjata andalan saat menyusui adalah tekad yang kuat sekuat baja dannn… peralatan menyusui yang lengkap, terutama pompa ASI. Sejak hamil 6 bulan, saya sudah rajin baca-baca informasi mengenai menyusui dan sudah persiapan jauh- jauh hari menulis wish list yg berisi daftar printilan buat menyusui nanti, seperti bantal menyusui, apron, krim puting (nipple cream), botol kaca ASI, sterilizer, sikat dan deterjen pencuci botol khusus bayi serta pompa ASI (breastpump).

Ada nih kejadian lucu yang susah buat saya lupain, entah karena saya yang kelelahan karena ngurusin bayi dan badan juga belum pulih pasca operasi sesar, saat mencuci pompa ASI ternyata valve dan stem pompa ASI masuk tersedot ke lubang WC. Panik banget saya dan udah nangis bombay. Udah nyari ke toko bayi buat beli sparepart tapi susaaahhhnya minta ampun. Namun pertolongan Allah selalu datang disaat yang tepat, seorang kenalan saya yang juga berprofesi sebagai dokter meminjamkan saya pompa Asi Philips Avent Manual Breastpump Scf900. Si ibu dokter bilang, saya boleh pakai karena dia sudah punya pompa ASI elektrik.

Ahh, Alhamdulillah dan begitu saya coba, saya langsung jatuh cinta. Meskipun ini pompa ASI Philips Avent Manual Breastpump Scf900 merupakan model lama dengan tuas berwarna kuning dan botolnya standart bukan wideneck (yang baru lebih pendek dan berwarna putih) namun ia amat sangat berjasa dalam membantu saya mengumpulkan stok ASIP.

Beberapa kelebihan pompa ASI Philips Avent Manual Breastpump Scf900 adalah:

1.  Bantalan silikon

Pompa ASI Philips Avent Manual Breastpump Scf900 dilengkapi bantalan silikon pada corong pompa yang berfungsi memijat payudara dan menstimulus keluarnya ASI. So, payudara gak terasa sakit sama sekali, beda dengan pompa ASI manual saya yang dulu dan LDR pun bisa lebih cepat

2. Tuasnya ringan

Tuas pompa Philips Avent Manual Breastpump Scf900 yang ringan memungkinkan kita memompa dengan satu tangan, satu tangan lagi bisa sambil buka medsos, hehee…

3. Printilannya gak banyak dan mudah dirakit

Printilan pompa Philips Avent Manual Breastpump Scf900 gak banyak, sekali pakai, saya sudah mampu merakit sendiri dengan cepat, selain itu mudah dicuci, cukup dicuci dengan air hangat dan sabun, lalu disteril, itupun hanya corong, tuas, tatakan botol dan penutup corong, sedang bagian karetnya cukup dicuci dengan air hangat dan sabun saja.

4. Ada penutup corong

Pompa Philips Avent Manual Breastpump  Scf900 memiliki penutup corong jadi lebih bersih dan higienis.

5. Ada tatakan botol

Botol Philips Avent Manual Breaspump Scf900 jadi tidak mudah tumpah karena terdapat tatakan botol.

Banyak yang nanya sih buat apa pompa ASI?, kan udah jadi full time mommy, di rumah tetap bisa nyusuin langsung. Bener sih memang, tapi waktu saya beli pompa nya saya masih status bekerja di kantor, jadi mikirnya ya buat stok ASIP kalau si bayi ditinggal kerja. Namun, pada akhirnya ketika saya mutusin untuk resign dan full di rumah buat jagain si Shadiq, memompa tetap perlu karena payudara harus sering dikosongkan degan cara dipompa supaya tidak bengkak dan produksi ASI semakin lancar.

Prinsip ASI adalah supply by demand, makin rajin pompa, maka ASI makin deras. Ingat banget waktu awal-awal menyusui, ASI masih sedikit namun pompa tetap rutin 4-5 x setiap si bayi bobo habis nyusu langsung, lama kelamaan volume ASI naik.

Alhamdulillah, Pompa ASI Philips Avent Manual Breastpump Scf900 membantu saya dalam proses menyusui Shadiq dan saya berhasil mengumpulkan stok ASIP cukup banyak, agar bisa saya gunakan saat saya sedang diluar rumah dan ada keperluan mendadak, atau saya sedang sakit agak berat dan butuh istirahat, maka ASIP pun digunakan. Terlebih lagi, saya bersyukur diberi kesempatan menolong orang lain dengan mendonorkan ASI untuk bayinya. Dan lebih senang lagi saat mengetahui ASIP saya cocok dan kini saya sudah berstatus ibu susu dan anak saya memiliki saudara baru.

Alhamdulillah. Namun, yang terpenting bayi saya tumbuh sehat dan tercukupi nutrisinya dari ASI yang saya miliki. Berat badannya tumbuh dengan pesat dan saya merasa sangat bahagia. Saat ini saya masih berjuang untuk meluluskan ASI eksklusif selama 6 bulan hingga bulan Maret 2018 nanti. Bagaimana? Tertarik mencoba breastpump merk Philips Avent?

Oh ya,  Philips Avent memberikan kejutan meriah dengan potongan harga langsung hingga Rp 300,000 di setiap pembelian produk Philips Avent tertentu. Periode promo terbatas hingga 31 Jan 2018. Detail bisa Lihat DISINI

Semoga review ini bisa membantu para ibu baru mencari pompa ASI yang nyaman dan mudah digunakan, apalagi sekarang pompa ASI Philips Avent lebih disempurnakan dengan teknologi terbaru, tidak tumpah meskipun duduk tegak. Jadi, pengen punya juga deh, hehe.

Buat semua ibu-ibu pejuang ASI tetap semangat mengASIhi ya! Happy breastfeeding all!

#TUMBloggersCompetition #AventSahabatBunda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *