Sharing is caring!

pengalaman melahirkan dengan bpjs kesehatan ternyata mudah
Sumber foto : pexels.com

Melahirkan secara normal (vaginal birth) adalah impian setiap calon ibu namun adakalanya kondisi tidak memungkinkan sehingga melahirkan melalui operasi caesar menjadi pilihan.

Faktanya, menurut buku The Pregnancy and The Baby Book adalah melahirkan dengan operasi caesar semakin jamak ditemui di negara-negara maju. Di Eropa Barat , sekitar satu dari setiap 4 sampai 5 bayi dilahirkan dengan cara ini.

Sebelum kita membahas prosedur operasi caesar lebih lanjut, kita pahami dulu ya defenisi operasi caesar berikut :

Caesar atau C-section  adalah tindakan operasi untuk membedah perut dan rahim dengan tujuan mengambil dan mengeluarkan bayi . Pengirisan dilakukan searah tali bikini (potongan melintang ), tetapi juga dapat dilakukan irisan vertikal , kemudian sesudahnya irisan tersebut segera dijahit.

Ngomong-ngomong soal caesar , saya pengen cerita pengalaman sewaktu melahirkan si kecil dengan BPJS, saya fikir ribet ,eh ternyata mudah kok . Saya memilih untuk melahirkan secara caesar karena ada indikasi medis yang tidak memungkinkan saya melahirkan normal. Nah , kebetulan saat itu saya masih bekerja di perusahaan sehingga semua biaya melahirkan di tanggung BPJS dari perusahaan. Sebenarnya , postingan yang cukup telat karena si kecil sudah 16 bulan, tapi gakpapa lah ya, siapa tahu postingan ini akan bermanfaat untuk calon ibu yang mencari informasi mengenai prosedur melahirkan caesar menggunakan BPJS di rumah sakit.Mudah-mudahan informasinya masih valid ya.

Sebagai catatan, jika  ingin menggunakan fasilitas BPJS kesehatan untuk melahirkan kita  sudah harus memiliki kartu BPJS maksimal 14 hari  sejak mendaftar di BPJS ya, jadi tidak bisa tiba-tiba ketika sudah akan melahirkan baru mendaftar BPJS. Kalau dadakan seperti itu tidak akan diterima. Dan jangan sampai karena kita butuh dana melahirkan saja, baru membayar iuran, setelah itu gak mau bayar lagi, namanya merugikan negara , hehehe…

Pengalaman melahirkan caesar dengan BPJS akhir  tahun 2017 lalu, saya menggunakan BPJS untuk melahirkan di sebuah rumah sakit swasta di Medan dengan menggunakan faskes tingkat 1 di klinik yang sudah didaftarkan oleh perusahaan tempat saya bekerja,  bukan puskesmas, jadi mungkin kalau di puskesmas prosedurnya berbeda.  So, yang saya gunakan adalah BPJS Kesehatan dari perusahaan ya, bukan BPJS yang dibayar mandiri.

Awalnya,  saya dan suami sempat galau karena menginjak usia kandungan saya hampir 9 bulan, dokter kandungan di tempat saya periksa setiap bulan belum juga memberi kepastian kapan saya melahirkan. Dari usia kandungan empat bulan dokter kandungan memberi tahu bahwa saya harus caesar karena riwayar medis, namun hingga mendekati 9 bulan belum juga ada kepastian dari dokter tersebut kapan saya dioperasi. Suami dan saya berinisiatif  untuk mencari opsi dokter kandungan lain sekaligus survei beberapa rumah sakit di Medan yang mana kira-kira yang cocok untuk saya melahirkan,

Survei langsung ke beberapa rumah sakit perlu dilakukan untuk menanyakan informasi paket-paket melahirkan yang tersedia beserta biayanya, dokter-dokter kandungan dan dokter anak siapa saja yang praktik disana, dan prosedur melahirkannya bagaimana jika menggunakan BPJS Kesehatan.

Jika kita sudah menemukan rumah sakit dan dokter kandungan yang cocok , maka kita bisa mulai mengurus persiapan dokumen lahiran sesuai prosedur rumah sakit.

Berikut prosedur melahirkan dengan operasi caesar  menggunakan BPJS yang pernah saya alami:

1. Persiapan dokumen:

  • Surat rekomendasi faskes tingkat 1 (satu) : surat ini diperlukan untuk mengetahui indikasi medis calon ibu sehingga harus operasi caesar. jika tidak ada indikasi medis  maka calon ibu tidak bisa melakukan operasi.
  • KTP suami dan istri , KK, dan kartu BPJS asli milik ibu hamil.
  • Fotokopi KTP, KK, dan kartu BPJS sebanyak 10 lembar karena akan banyak nantinya fotokopian yang diperlukan mulai dari pemeriksaan, daftar rawat inap dan membuat kartu BPJS bayi.

2.  Periksa Kehamilan dengan BPJS

Salah satu syarat yang harus dipenuhi agar bisa melahirkan di operasi caesar adalah wajib melakukan pemeriksaan kehamilan dengan BPJS minimal satu 1x.  Jadi pastikan dulu bahwa kita pernah periksa hamil dengan BPJS di rumah sakit yang kita tuju tersebut dengan membawa surat rekomendasi faskes 1 dan dokumen-dokumen yang ada di persiapan tadi. Bawa semua dokumen tadi loket antrian BPJS untuk periksa ke dokter kandungan.

3. Penentuan Tanggal Operasi

Jika usia kandungan dinilai sudah mencukupi dan kondisi bayi normal, biasanya seminggu sebelum melahirkan, dokter sudah menentukan  tanggal operasi. Kemudian dokter mengarahkan bumil melakukan pemeriksaan darah ke laboratorium untuk pengambilan tes darah, apakah membutuhkan transfusi darah atau tidak. Sesuai hasil testnya, saya tidak membutuhkan transfusi darah.

Selanjutnya, saya diarahkan petugas laboratorium ke kasir untuk melakukan pembayaran dan pengambilan obat. Besarnya pembayarannya saya tidak ingat persis diangka berapa, kalau tidak salah dibawah angka 100 ribu.

4. Operasi & Pengaktifan BPJS Kesehatan Bayi

Sehubungan dengan jadwal operasi yang sudah ditentukan pada tanggal 22 September 2017 pukul 11.30 WIB, maka saya diminta hadir bersama suami ke Rumah Sakit pada pukul 04.30 WIB. Ada beberapa hal yang harus dilakukan sebelum dilakukan operasi caesar yaitu:

  1. Suami saya melaporkan administrasi BPJS seperti Surat keterangan opname dari dokter obgyn, BPJS Kesehatan asli bumil, foto copy KK, KTP suami & istri ke petugas BPJS Kesehatan yang berjaga pada pagi tersebut.
  2. Petugas akan menanyakan, apakah saya naik kelas atau sesuai tanggungan BPJS Kes? Suami saya menjawab sesuai dengan tanggungan BPJS Kes aja. Saya saat itu di kelas II.
  3. Kemudian mengarahkan saya masuk ke IGD untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan sebelum dilakukan operasi seperti pemeriksaan tekanan darah, BB dan pemeriksaan kesehatan umumnya lainnya yang dilakukan oleh dokter jaga dan perawat.
  4. Kemudian kami menunggu jadwal operasi yang sudah ditentukan rumah sakit dan dokter obgynnya.
  5. Setelah operasi berjalan dengan lancar, saya dan bayi saya selamat. Suami menunggu surat keterangan lahir dari rumah sakit yang digunakan mendaftarkan BPJS Kes bayi kami.
  6. Setelah mendapatkan surat keterangan lahir dari RS, lalu copykan sebanyak 10 lembar untuk jaga-jaga saja. Kemudian datang ke kantor BPJS Kesehatan terdaftar maksimal 3 hari kerja atau sebelum bayi dan ibu pulang ke rumah. Dokumen yang dibawa adalah surat keterangan RS asli dan foto copy, kartu BPJS Kes Ibu asli dan Foto Copy, KK, KTP (Sebaiknya dokumen aslinya dibawa saja, mana tahu petugas BPJS Kesehatannya minta).
  7. Pendaftaran BPJS Kesehatan Bayi akan disesuaikan loket pendaftarannya apakah BPJS Kesehatan Ibu/Suami mandiri atau ASN/TNI/Polri atau korporat/perusahaan. Hal ini berhubungan dengan pembayaran BPJS Kesehatan bayi, berhubung BPJS Kesehatan saya dari perusahaan, maka pembayaran BPJS Kesehatan bayi saya akan dibayar perusahaan pada bulan berikutnya.
  8. Sebelum mencetak kartu BPJS Kesehatan bayi, petugas BPJS akan bertanya, apakah bayi sudah memiliki nama atau belum? Karena kami sudah memiliki nama bayi kami, maka petugas menuliskan nama bayi kami dan menyerahkan kartu BPJS Kesehatan bayi sementara. Kartu BPJS Kes sementara ini harus diganti ke kartu BPJS Kesehatan asli paling lama 3 (tiga) bulan sejak diterbitkan.
  9. Setelah mendapatkan kartu BPJS Kesehatan bayi, selanjutnya mengcopy kartu tersebut dan melaporkan ke petugas BPJS Kesehatan/bagian adminitrasi rawat inap di rumah sakit ibu dirawat. Setelah semua prosedur selesai, maka semua biaya perawatan bayi ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Setelah melewati proses/tahapan administrasi diatas, maka hari ke-3 ibu dan bayi diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Saat sebelum pulang suami saya melaporkan ke kasir BPJS Kesehatan di Rumah Sakit tersebut untuk urusan administrasi, kemudian petugas kasir memberikan struk pembayaran, dalam struk pembayaran tersebut  tertera berapa yang ditanggung BPJS dan biaya yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan (biaya yang kami bayar adalah biaya imunisasi bayi dan perban anti air, lebih kurang sekitar 250 ribu). Untuk susu formula kami tidak dikenai biaya, karena memang tidak menggunakan.

Demikian informasi pengalaman saya melahirkan operasi caesar dengan menggunakan BPJS Kesehatan. Sebelum kamu mau melahirkan dengan operasi caesar, tolong tanyakan terlebih dulu ke petugas kesehatan di rumah sakit yang kamu mau, siapa tahu ada perubahan administrasi selain yang saya jelaskan diatas.

Jika informasi ini bermanfaat, bantu share ya kepada keluarga/teman/sahabat kamu yang membutuhkan.

Sharing is caring!