Sharing is caring!

Perayaan ulang tahun pertama seorang anak selalu berkesan bagi orangtua. Bisa melewati tahun pertama seolah menjadi prestasi tersendiri terutama bagi sang ibu dalam merawat dan membesarkan buah hati. Hal ini juga saya rasakan saat momen perayaan ulang tahun pertama Shadiq 22 September 2018 lalu. Rasanya terharu sekali mendapati si kecil sudah mencapai setahun, bertumbuh semakin besar dari hari ke hari. Seolah flashback ke masa saat ia baru lahir, betapa kecil dan lemahnya ia, dengan berat 2,8 kg dan panjang 48 cm ia terlahir ke dunia. Suara tangisnya pun tak begitu keras oleh saya yang terbaring lemah saat tim dokter berhasil mengeluarkannya dari dalam perut saya di ruang operasi. Dan betapa takjubnya saya… sekarang berat badannya sudah 10 kg! Makin aktif, sehat dan ceria. Masya Allah. Tabarakallah.

Hal-hal yang saya sesalkan adanya momen-momen berharga saat awal kelahirannya adalah tidak memiliki dokumentasi saat si kecil diadzankan sang ayah, baik foto atau video singkat. Ayahnya bilang tidak ada yang memvideokan kala itu, itupun ayah sendiri yang meminta waktu kepada perawat untuk mengadzankan sesaat saat didorong keluar dari kamar operasi, bukan inisiatif dari pihak RS. Hal kedua yang terlupakan adalah mengabadikan momen-momen di RS lewat foto, benar-benar tidak sempat! Jangankan berfoto, berdandan sedikit rapi saja saya gak ingin, hanya piyama dan jilbab seadanya, karena saya masih perlu berdamai dengan rasa nyeri pasca operasi, dengan segala infus, kateter, dan obat penghilang rasa sakit yang disuntikkan maupun lewat oral. Momen yang terlewat berikutnya adalah tidak mengisi buku baby jurnal Shadiq dari awal secara runtun, buku itu tergeletak begitu saja sampai sekarang, tidak sempat saya isi! Bahkan saya pun tak membeli milestone cards , dan sedikit menyesal karena ingatan saya benar-benar tak bisa diandalkan untuk mengingat foto-foto pertumbuhan Shadiq secara runtun dari bulan ke bulan. Foto-foto Shadiq masih banyak tersimpan di memori hp sampai hampir penuh secara random! Hanya Instagram lah si penyelamat momen berharga saya, lewat timeline dan instastory, perkembangan si kecil bisa direkam walau tetap saja random! Bundamu memang ingatannya payah, nak! Sorry to say, my boy. Itulah mengapa sekarang Bunda nulis blogg ini, berharap saat kamu dewasa , kamu masih bisa membaca tulisan ibumu inišŸ˜.

Omong- omong soal ulang tahun pertama, bagaimana dengan acara seremonial nya? Hehe, saya dan suami sepakat tidak membuat perayaan besar-besaran untuk Shadiq dengan memesan tempat pesta dan mengundang banyak orang. Kenapa? Karena menurut kami toh Shadiq belum mengerti makna ulang tahun, dia pun belum bisa berjalan, belum bisa makan kue ultahnya banyak-banyak (saya masih kontrol asupan gula garamnya hingga kini), belum bisa menikmati perayaan tersebut. Maka saya dan suami pun berencana merayakan ultahnya dengan sederhana, kami memesan kamar di hotel Aryaduta Medan, dan sepanjang hari itu kami habiskan bersama-sama untuk berkegiatan bersama si kecil, mengajaknya berenang di hotel, menikmati suasana baru, makan di hotel dengan suasana yang beda karena banyak orang, juga berjalan-jalan keluar menikmati kuliner. Si kecil terlihat happy sekali dan sangat menikmatinya. Dia tertawa ceria saat bermain air bersama ayahnya, menikmati santapan hotel dengan lahap, tidur nyenyak, dan semua hal baru baginya sangat menarik,Ā  kami pun ikut bahagia bisa mengabadikan momen itu lewat foto-foto dan video.

Besoknya barulah kami rayakan ultahnya kecil-kecilan hanya bersama nenek, abang saya dan istrinya, juga keponakan kecil saya, Raisya yang sudah 4 tahun. Kakeknya tidak bisa hadir karena ada pekerjaan diluar kota. Nenek memasak nasi kuning dan lauk pauk, kami pun memesan kue ultah Shadiq dengan tema Doraemon, juga kue blackforest kecil untuk neneknya karena pada hari itu adalah perayaan Anniversary pernikahan kakek dan nenek Shadiq yang ke 34 tahun. Nenek hanya bisa meniup lilin kuenya sendirian sambil video call kakekšŸ˜‚. Akhirnya, kami pun mengantarkan nasi kuning ke orang-orang terdekatĀ  saja dan berfoto seadanya dengan dekorasi sederhana yang sengaja kami buat di rumah. Shadiq masih bingung dan capek sehabis dari hotel, jadi masih ngantuk. Hehhee. Shadiq pun mendapatkan kado dari bude nya (kaka ipar saya) berupa sepatu dan kado berupa sepeda kecil dari ibu yang dulu anaknya pernah saya donorkan ASInya. Tidak sangka sama sekali, karena kado sepeda itu datang via go jek.Terimakasih Kak, semoga kebaikan kakak dibalas dengan kebaikan pula.

Bagi kami, perayaan ulang tahun tidak melulu harus mewah, tak harus identik dengan tiup lilin dan kado, kami malah ingin mengajarkan Shadiq untuk membuat resolusi setiap ulang tahunnya ketika ia dewasa nanti, introspeksi diri dengan flashback kembali yang terjadi stelah setahun. Dan kami berharap setiap perayaan ultah Shadiq berikutnya selalu berbeda tema setiap tahun, mungkin tahun depan kami bisa mengajaknya berkunjung ke panti asuhan, agar ia belajar bersyukur dan belajar berbagi (amin ya Rabb), atau kami ajak berpetualang berkunjung ke tempat yang sarat budaya dan sejarah saat usianya lebih besar lagi, karena kami yakin yang diingat seorang anak itu adalah momen indah bersama orangtuanya, bukan barang mewah yang pernah dibelikan ayah bundanya. Kebersamaan , kehadiran, dan waktu bagi anak adalah hal yang paling diinginkan ketimbang mainan-mainan ataupun materi semata.

Sepenggal doa untukmu Shadiq sayang…

Selamat ulang tahun, Nak! Semoga tulisan kecil ibumu ini bisa menjadi pengingat di hari spesialmu ketika kelak engkau dewasa dan sudah bisa membaca. Jadilah anak yang kuat, anak yang mandiri, dan berjalanlah atas pilihan dan kata hatimu sendiri. Bekerjalah dengan passion dan cinta, maka uang pun akan datang dengan sendirinya. Tumbuhlah sesuai bakat dan fitrah yang digariskan Allah padamu, kami sebagai orangtua akan berusaha semampu kami memfasilitasi dan mendoakanmu selalu. Kamu unik dengan segala kekurangan dan kelebihanmu. Kami mencintaimu. Sekali lagi, selamat hari lahir yang pertama.

With love,

Bunda & Ayah

Sharing is caring!