Sharing is caring!

Kemarin tanggal 12 Agustus 2018 saya, suami dan si kecil berkesempatan berkunjung ke Roemah 28, sebuah guest house /boutiqe hotel yang membuka restoran untuk umum juga, tidak hanya bagi pengunjung hotel saja. Restoran bernuansa vintage ini bernama Dapur Raja, terletak di Jl. Sei Selayang 28 ( di belakang Brimob Wahid Hasyim), memang suasananya tenang dan asri.

 

Saat kami datang, pengunjung yang datang baru ada dua. Kami memang sengaja mencari tempat makan yang tenang dan tidak berisik karena membawa bayi. Karena bertepatan dengan jam makan siang, kami pesan makanan berat , suami memesan┬á nasi goreng seafood dan nasi goreng hijau. Untuk minuman, suami pesan es teh manis (always ya beb­čśů) dan saya thai tea dingin., cemilannya kami pesan risoles.

Sambil menunggu pesanan datang kami berkeliling resto sambil melihat-lihat. Banyak spot foto yang lucu dan menarik yang bisa kita coba. Dari mulai pintu masuk, ada sepeda ontel tua, sofa dan kursi-kursi lama dengan bantal-bantal, juga hiasan dinding yang serba vintage. Terdapat gramafon tua, lalu piano yang boleh dimainkan pengunjung dengan izin pemilik resto. Kalau diperhatikan, kursi-kursi cafe juga di kaki mejanya mirip mesin jahit tua. Terdapat  satu meja yang memuat berbagai contoh  jenis kopi yang diletakkan di dalam botol-botol. Selain itu tersedia toilet dan mushola bagi yang ingin sholat.

Bagi yang datang sendirian atau memang menunggu teman, tak usah khawatir akan bosan menunggu karena di salah satu pojokan terdapat banyak buku dan majalah yang bisa dibaca ditempat. Bagi yang suka membaca buku dan pengin suasana yang tenang sembari menikmati secangkir kopi gayo, pas banget deh kalo kesini. Tersedia banyak olahan kopi dari berbagai wilayah di Indonesia. Sayangnya saya gak sempat coba kopinya karena memang tak terlalu suka kopi hitam.

Setelah menunggu beberapa saat pesanan kami datang. Dengan porsi yang cukup besar dan rasa yang enak, kami cukup puas. Harga makanan disini juga cukup terjangkau. Seporsi nasi goreng hijau seharga Rp. 20.000 dan thai tea dingin seharga Rp. 15.000 sudah cukup memuaskan perut saya yang lapar. Cemilan risolesnya seporsi Rp. 15.000, cukup terjangkau bukan dengan standart cafe?

Dengan pelayanan yang ramah, dan rasa yang enak, mungkin kami akan kembali kesini mencoba menu-menu yang lain. Kekurangannya cuma satu, tidak tersedia baby chair di restonya sehingga kami terpaksa makan bergantian karena harus menggendong Shadiq. Pun karena cuaca amat panas saat itu, ac nya tidak begitu terasa ya, mungkin konsep restonya terbuka, banyak pepohonan dan tanaman jadi cukup dengan angin segar saja yang bertiup. Setelah puas berfoto-foto , kami pun pulang. Perut kenyang, hati senang. Weekend yang menyenangkan karena si kecil terlihat senang menikmati pemandangan dan melihat-lihat berbagai sudut ruangan. Bagi yang suka hal-hal berbau vintage dan kembali ke nuansa masa lalu, yuk kunjungi Roemah 28!

Sharing is caring!