Saat hujan turun

 

Hujan. Saya selalu suka hujan. Dari dulu. Tidak tahu mengapa. Seolah saat  hujan, segala kenangan masa silam kembali menguak, memenuhi layar monitor di otak. Seakan diputar kembali, cerita-cerita masa kecil membayang seakan-akan sedang terjadi.

Sambil memandang rintik kecil dari jendela, diiringi suara dengkur halus si kecil dalam dekapan, teringat lagi saat hujan turun, mama selalu menelpon menanyakan apakah saya sudah pulang kerja dan baik-baik disana. Saat  hujan turun, papa selalu meluangkan waktunya untuk menjemput saya di kantor karena khwatir saya kemalaman dan tak mendapatkan kendaraan umum untuk pulang.

Saat hujan turun, terkenang kembali masa-masa saya sedang mengandung Shadiq. Teringat kembali perjuangan saya setiap akan periksa kehamilan di praktek dokter kandungan, harus menembus hujan dan badai serta jarak tempuh yang cukup jauh dari kantor ke tempat praktek. Bahkan pernah terjadi, saat hujan turun pula, dan kami sudah berharap sekali bisa melihat si jabang bayi saat USG dan prakteknya sudah tutup karena sudah terlalu banyak pasien. Entah karena saat itu hormon kehamilan menguasai saya, saya pun menangis dipelukan suami karena batal periksa di hari itu dan baru bisa kembali bulan depan.

Saat hujan turun, saya ingat satu kejadian lucu, ketika hamil saya ngidam pengen makan di sebuah resto cepat saji yang saat itu cabangnya baru buka. Saya agak memaksa untuk bisa makan disana padahal langit agak gelap, dan saat pulang hujan turun begitu derasnya disertai petir dan kami berdoa sepanjang perjalanan agar selamat sampai tujuan dan si calon bayi diperut baik-baik saja.

Hujan bagi saya adalah berkah. Saya percaya bahwa doa yang dipanjatkan saat hujan turun akan dikabulkan Tuhan. Hujan, apapun kondisinya, adalah bermakna positif.  Saat hujan, si kecil lebih anteng tidurnya karena dia adalah anak yang gampang sekali keringatan dan hujan memberikan kesejukan. Subhanallah.

Saat hujan turun, buat saya merupakan momen berharga untuk mengajarkan pada si kecil tentang kekuasan Allah SWT. Hujan menjadi media untuk menumbuhkan fitrah keimanan Shadiq sedari dini.Tentang kasih sayang terhadap makhlukNya. Bahwa tetumbuhan, pepohonan dan hewan berbahagia saat hujan. Mengajarkan si kecil untuk tak mengeluh apalagi menggerutu saat hujan. Hujan adalah sebuah keindahan karena hanya setelah hujanlah maka pelangi akan muncul. Maka saya pun mengajarkan si kecil doa Nabi ketika hujan turun.

Semoga dihari berhujan, rezeki kita mengalir sederas hujan yang turun. Aamin. Selamat datang hari-hari berhujan! I love you!