Sharing is caring!

Siapa sih orangtua yang tahan untuk tidak membagikan foto-foto lucu anaknya di media sosial? Apalagi sekarang apa-apa serba digital ya, tak perlu repot lagi harus mencuci cetak foto anak ke studio foto lalu menyimpan dalam album. Sekarang cukup mengumpulkan foto-foto anak dalam sebuah aplikasi saja , yang saat ini populer tentu saja Instagram dan Facebook. Tinggal klik, posting, dan share saja maka foto anak sudah tersebar di dunia maya. Apalagi dengan penambahan hastag, semakin mudah saja mencari akun bayi-bayi lucu atau akun anak-anak. Namun ternyata, memposting foto anak juga tidak boleh sembarangan lo, ada etikanya. Kita sebagai orangtua harus lebih bijak dalam memposting foto-foto anak, mana yang boleh di share mana yang tidak. Kejahatan didunia maya semakin  merajalela saat ini, dan anak-anak menjadi salah satu sasaran empuk para pedofilia. Hiii, serem gak tuh. Jangan sampai anak kita menjadi korban kejahatan di sosial media karena memposting foto anak yang tak pantas.

Saya juga termasuk gemar dalam membagi foto anak di media sosial. Tujuannya apa? Saya ingin mendokumentasikan tumbuh kembangnya setiap bulan dan merekam momen-momen spesialnya seperti ulang tahun atau momen pertama kali ia merangkak dan berjalan. Tidak ada niat pamer ya, karena ya tiap anak itu unik, gak bisa disamain. Gampangnya sih jika saya ingin mengenang kembali alias flashback masa kecilnya , maka tinggal buka aplikasi Ig nya saja, lebih praktis daripada simpan foto di album. Namun, dalam memposting foto anak, ada hal-hal yang harus diperhatikan seperti:

1. Tidak memposting foto anak saat sedang mandi atau dalam keadaan tidak berpakaian

Saya selalu mewanti-wanti pada diri sendiri untuk tidak memposting foto anak  saat mandi atau dalam keadaan tidak berpakaian. Meskipun memang lucu banget melihat eksperesi bahagia si kecil saat mandi, namun memposting foto saat mandi bukan hal yang bijak.  Hal ini bisa saja mengundang para pedofilia yang banyak tersebar didunia maya untuk mengincar anak kita.  Duh, serem gak sih? Lagian kalo dipikir-pikir kok tega amat ya mengekspos setiap inci tubuh anak kita untuk konsumsi publik, bisa jadi ketika ia sudah besar ia akan merasa malu melihat postingan fotonya saat mandi atau sedang tidak berpakaian ada di akun instagram orangtuanya, dan ini bisa jadi bahan bully-an teman-temannya lho.  Karena itu stop memposting foto anak saat mandi atau telanjang untuk menjaga privacy anak kita.

2. Tidak memposting foto anak saat crancky, tantrum atau sedang menangis

Menurut saya sangat tidak etis ya memposting foto anak saat sedang cranky,  tantrum atau menangis di depan umum .  Kasihan kan fotonya jadi bahan pembicaraan di sosial media, apalagi sekarang komentar-komentar netizen itu cenderung pedas.  Kita aja sebagai orang dewasa juga tidak mau kan difoto apalagi diposting dalam keadaan marah, sedih, atau menangis , ekspresi wajah  juga mana ada yang bagus sih saat kita sedang marah atau dalam keadaan emosi. Jadi lebih baik, tahan jarinya ya Mom, kalau mau share foto anak yang sedang tantrum atau menangis di muka umum. Lebih baik segera tenangkan dia dan jauhkan dari kerumunan agar tidak menjadi pusat perhatian orang lain, bukan malah memfoto-foto si kecil ya Moms!

3. Tidak memposting lokasi foto realtime

Yup, memposting lokasi foto realtime anak juga sangat berbahaya lo Moms! Misalnya kita memposting foto lalu langsung mencantumkan lokasi foto saat itu juga, bisa jadi akan mengancam keselematan anak. Banyak kasus-kasus penculikan terjadi karena orangtuanya memposting foto dan langsung memberitahukan lokasi foto semisal di mall, sekolah atau tempat-tempat umum yang rawan penculikan.  Kita tak pernah tahu bahwasanya si penculik sedang berada di lokasi yang sama dengan anak kita dan berniat melancarkan aksinya kan? Jika pun ingin posting lokasi foto, sebaiknya setelah sudah tidak berada dilokasi tersebut.

4. Tidak memposting data pribadi anak

Nah, ini dia kasus yang lagi marak ya di sosial media tentang para orangtua yang membagikan foto  anaknya sedang memegang KIA (Kartu Identitas Anak).  Data pribadi anak harus dilindungi dan dirahasiakan ya Moms! Terutama untuk nama lengkap anak, tanggal lahir dan alamat rumah lengkapnya, karena data pribadi anak bisa saja disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu.  So, jangan pernah memberitukan data pribadi anak baik di sosial media maupun secara offline , terutama untuk orang-orang yang baru dikenal,  kecuali memang untuk keperluan administratif misalnya untuk membuat paspor, kartu keluarga dan sebagainya.

5. Tidak memposting foto anak sedang sakit

Kadang saya sempat berpikir kok bisa ya ada orangtua yang sempat-sempatnya memposting foto anaknya yang sedang sakit parah dan membutuhkan pertolongan segera semisal kejang-kejang akibat step atau sedang sesak nafas dan butuh alat bantu pernapasan. Seharusnya kan orangtuanya sigap mencari pertolongan agar anaknya selamat bukan malah sibuk memfotokan atau memvideokan anaknya., atau setidaknya memberikan dukungan moril saat anak sakit, semisal memeluknya dan menenangkannya.  Anak kita yang sedang terbaring lemah, pucat dan tidak berdaya harusnya tidak diposting di sosial media karena sangat tidak etis. Namun,  jika kita memfoto anak saat sedang sakit untuk dikonsultasikan kepada dokter, ada baiknya tidak dishare di media sosial dan disimpan untuk dokumentasi pribadi saja.

6. Tidak memposting lokasi liburan

Nah, ini juga penting ya! Saat sedang liburan kita biasanya suka tidak sadar bahwa rumah kita yang dalam keadaan kosong bisa menjadi incaran penjahat. Dengan memposting foto lokasi liburan, si penjahat jadi tahu kan bahwa rumah kita kosong dan tahu juga mengenai keberadaan kita , semisal di hotel mana, sedang di taman hiburan dll, dan ini juga menyangkut keselamatan anak. Sebaiknya posting foto lokasi liburan saat liburan sudah selesai dan bukan realtime.

Nah, itu kira-kira hal-hal yang harus diperhatikan sebelum memposting foto anak di media sosial . Poin pentingnya adalah setiap kita memposting foto dan share ke sosial media alangkah bijaknya jika kita tanyakan dulu  pada anak apakah ia setuju fotonya diunggah di sosial media dan dilihat banyak orang. Jika, ia tak setuju, maka jangan diposting ya Moms! Anak punya privacy masing-masing dan kita sebagai orangtua harus menghargainya.  Jika kebetulan anak pada saat itu belum bisa diajak berkomunikasi karena masih newborn atau dibawah dua tahun, kita sebagai orangtua harus lebih bijak memilah-milah dan memfilter foto-foto mana yang pantas untuk dishare di media sosial dan mana yang hanya untuk konsumsi pribadi saja.

Kira-kira apa lagi ya Mom yang harus diperhatikan sebelum memposting foto anak? Yuk, komen dibawah ini dan share ya jika artikel ini dirasa bermanfaat !

 

 

Sharing is caring!