Tentang Rezeki dan Slip Gaji

Wuihhh, gak berasa ya udah di penghujung November 2018. Masih suka bolong-bolong juga nih nulis blognya. Ekspektasi sih pengennya satu tulisan setiap hari, realitanya yah beginilah buibukk, kadang mood nulis naik turun. Kadang suka muncul ide di kepala mau nulis, waktunya gak pas, harus nunggu anak bayi bobok pules dulu, baru deh ibunya bisa berblogging ria. Hehe.. Jadilah hanya mampu menulis 8 artikel selama bulan November. Huft, belum bisa dikatakan produktif ya buibukk.

Ngomong-ngomong soal penghujung tahun, ini udah tanggal 30 ya, hhmmm tanggal tuaaa banget. Yups, buat ibu rumah tangga seperti saya, tanggal tua jadi berasa horor banget sekarang, hahaha. Kalau dulu tanggal tua malah happy karena udah gajian cyiinn, sekarang ya mesti sabar nunggu rezeki dari suami. Eh, tentang rezeki nih. Tetiba pengen bahas soal rezeki ya. Hhmm, sejak menikah dan akhirnya jadi fulltime mom, jadi lebih berlapang dada soal urusan money, money and money. Harus lebih pinter ngatur keuangan dan memilah-memilah kebutuhan alih-alih keinginan. Walaupun keuangan sekarang sayapnya ada di paksu, tapi saya percaya rezeki akan selalu ada. Yup, rezeki. Ternyata rezeki itu luasss sekali maknanya. Please, jangan dipersempit dengan selembar slip gaji! Iya bener, karena rezeki tidak sama dengan slip gaji! Rezeki bisa berupa apa saja, tidak terbatas angka-angka,tidak melulu soal uang, kesehatan dan anak yang sehat adalah rezeki. Sedangkan slip gaji sudah tertera nominalnya. Rezeki bisa datang dari mana saja, tidak terduga. Sedangkan gaji hanya sekali saja ditanggal yang sama. Contohnya nih, di akhir bulan kemarin, saat saya sedang pusing-pusingnya atur uang belanja bulanan buat makan sehari-hari (note: prinsip saya, sesulit apapun keuangan, anak harus tetap makan makanan yang bergizi), eh tiba-tiba malamnya suami bawain pempek Palembang frozen dari seorang rekan yang baik hati. Ahh, senangnya, gak perlu masak makan malam karena malam itu lagi mager masak, rencana go food gak jadi (Penyakitnya gini nih, diakhir bulan malah malas masak padahal harus hemat ye kan, inilah yang sedang saya upayakan, menghilangkan kebiasan malas masak akhir bulan😅). Syukurlah bisa hemat. Dan kemarin, si papa (kakek Shadiq) wa saya, dan bilang lagi panen ikan di kolam. Ada ikan gurame segar yang udah disisihkan untuk Shadiq, cucunya. Masha Allah, senangnya hati ini. Alhamdulillah, rezeki selalu datang. Selain itu banyak lagi rezeki-rezeki lainnya, seperti suami yang dapat tambahan bonus dari klien dan jadi nambah uang belanja. Kita mah ditambahin uang belanja aja udah bahagia😁 . Dan banyaklah yang gak bisa dihitung pake matematikanya manusia.

Sekarang menjelang 3 tahun menikah, gak  mau terlalu ngoyo banget soal uang. Hhmm, ya itu rezeki akan selalu dicukupkan Allah. Meskipun saat ini hanya suami yang bekerja, Insha Allah cukup asalkan kita bersyukur. Bahkan kemarin tu ketemu dokter langganan di klinik waktu periksakan Shadiq yang lagi batuk flu, si dokter bilang, “Rezeki selalu aja ada tu,Yun. Bahkan ada yang bilang, uang suami+ uang istri sama dengan uang suami+istri gak bekerja. Bantu suami dengan dhuha supaya rezekinya lancar.” Aaminn, y Rabb. Makasih dok. Ketemu dan kenal dokter juga sebenarnya rezeki. Dokter mau konsultasi lewat WA, ngasih resep free lewat WA, tanya-tanya apa saja tentang kesehatan anak, selalu mau balas. Makasih dok, semoga rezeki dokter selalu dilancarkan juga ya. Aamin.

Tentang rezeki dan slip gaji. Mungkin saya tidak bisa belanja-belanji sesuka hati seperti saat saya masih bekerja. Namun, saat saya sudah resign, saya jadi lebih menghargai setiap lembar rupiah yang diberikan suami. Karena saya sadar, ada kerja keras dan cinta disana. Semoga berkah semua hasil kerja kerasmu, Ayah. Sejak resign pun, suami jadi lebih getol cari nafkah untuk keluarga. Ngerti la ya, kebutuhan popok bayi sebulan udah berapa, plus tagihan listrik air yang makin naik aja *uppss curcol jadinya. Kata suami, beliau masih sanggup membiayai kami berdua. Jadi Bunda cukup di rumah saja, menjaga dan mengasuh Shadiq sebaik-baiknya. Namun jika pun bekerja usahakan yang masih bisa dilakukan di rumah. Okelah Yah, saya sedang berusaha mencari pekerjaan freelance tanpa harus meninggalkan Shadiq. Memang ada? Ada. Pasti ada. Harus yakin. Terus berdoa. Berusaha. Dan Allah akan tunjukkan jalan. Insha Allah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *