Sharing is caring!

Judul : Totto-Chan, Gadis Cilik di Jendela

Penulis : Tetsuko Kuroyanagi

Penerbit : Gramedia

Tahun terbit : 2011

Halaman : 271 hal

totto-chan-yunitasari-com
Photo taken by nita_lib07

Siapapun yang membaca buku Totto-Chan, pasti pernah mengkhayal bisa bersekolah di Tomoe Gakuen , hehehe… Ini salah satu buku favourite saya. Ceritanya klasik, tak pernah lekang dimakan zaman dan wajib dibaca oleh semua kalangan, tidak hanya anak-anak tapi juga orangtua dan yang berprofesi sebagai guru.  Totto-Chan adalah potret gadis kecil Jepang yang memiliki kecerdasan otak kanan yang luar biasa. Karena tingkahnya yang terlihat berbeda dari anak-anak yang biasa , gurunya mengatakan dirinya “nakal”, padahal sebenarnya tidak. Totto-chan punya kebiasaan berdiri di dekat jendela untuk melihat pemusik jalanan, karena itu dia disebut “Gadis cilik di jendela”.  Gurunya menganggapnya nakal karena dia tidak bisa diam di kelas, misalnya saja dia suka sekali menutup buka laci hanya karena suka bunyinya, membuat gurunya terganggu. Akhirnya Totto-Chan dikeluarkan dari sekolah karena guru-gurunya tidak tahan terhadap tingkahnya. Ibunya yang sangat menyayanginya tidak pernah mengatakan bahwa Totto-Chan dikeluarkan, namun dia hanya mengatakan bahwa ia sudah mendapatkan sekolah yang lebih tepat untuk putrinya. Nama sekolahnya Tomoe Gakuen dengan kepala sekolahnya bernama Mr. Kobayashi.

Di Tomoe Gakuen, petualangan-petualangan seru Totto-Chan dimulai. Dia tidak pernah merasa seperti bersekolah, segalanya menyenangkan seperti bermain. Guru-gurunya, lingkungannya, kepala sekolahnya, cara belajarnya, kegiatan-kegiatan disekolah semuanya sangat ia sukai. Misalnya saja, sekolah diirikan di atas sebuah gerbong tua kereta api yang tidak dipakai lagi, perpustakaan juga dibangun di atas gerbong kereta api.  Anak-anak juga boleh belajar apapun yang mereka sukai terlebih dahulu, jika mereka suka matematika mereka boleh belajar matematika lebih dulu, jika mereka suka menggambar, mereka boleh  menggambar. Mereka dilatih berkonsentrasi terhadap pilihan mereka.  Anak-anak sering berpiknik di taman dan belajar di alam terbuka, mereka belajar untuk saling menyayangi satu sama lain, dan belajar menghargai sejarah dan pahlawan, belajar memasak, dll. Bahkan hingga Totto-Chan akhirnya dewasa dan menjadi seniman terkenal, ia masih mengingat detil-detil kehidupan sekolahnya di Tomoe Gakuen. Ia begitu merindukan sekolah itu hingga mendatanginya namun sayang sekolah itu sudah tidak ada, dan sudah menjadi supermarket bahkan kepala sekolah juga sudah meninggal. Totto-Chan bukanlah tokoh fiktif, dia benar adanya. Apa yang ia ceritakan di buku ini benar-benar berdasarkan pengalaman nyatanya semasa kecil.

Hal menarik yang perlu diiingat, bahwa Totto-Chan baru mengetahui bahwa ia dikeluarkan dari sekolahnya sebelum Tomoe Gakuen, setelah ia dewasa. Ibunya akhirnya mengatakan dengan jujur dan lugas, “ Kamu dikeluarkan.” Mungkin saja jika ibunya mengatakan saat itu juga saat ia masih kecil bahwa ia dikeluarkan dari sekolah seketika itu juga ia akan merasa tak berdaya dan tak mungkin bisa melalui hari pertamanya di Tomoe Gakuen dengan semangat. Buku Totto-Chan mengajarkan para pendidik dan orangtua bahwa jangan pernah mengatakan seorang anak itu nakal karena hal tersebut akan terekam terus didalam memorinya. Selalu ucapkan hal-hal positif pada anak maka anak  pun merespon positif. Totto-Chan selalu mengenang kata-kata Mr. Kobayashi , “Kau anak yang benar-benar baik, kau tahu itu kan?” (Hal. 250). Mr. Kobayashi sangat mencintai anak-anak dan ketulusannya mengajar membuatnya selalu riang meskipun sekolah Tomoe Gakuen musnah terkena serangan bom di Tokyo tahun 1945.

Betapa pentingnya menanamkan nilai-nilai luhur kepada anak sejak dini, namun adakalanya lebih baik mengajarkan mereka dengan cara yang bahagia, cara yang menyenangkan menurut kacamata mereka. Bahwa kenangan indah masa kecil akan sangat membekas dan mempengaruhi pola pikirnya ketika ia dewasa dan bertumbuh menjadi pribadi yang utuh. Dan kita bisa belajar semua itu melalui buku ini. Selamat membaca!

Sharing is caring!