Yuk, Belajar Memasak !

Siapa yang setelah menikah baru belajar memasak? Ayo, tunjuk tangan, hehehe…  Gak perlu malu mengakui, karena saya pun begitu. Memang sih sejak mulai kost, saya sudah mulai coba-coba memasak, tapi ya gak serius-serius amat, apalagi dulu rumah kos semasa kuliah kebanyakan dapurnya gak ada, ataupun kalau ada sempit dan peralatan masaknya terbatas. Jadinya ya solusinya saya katering sih, karena mama saya khawatir saya makan sembarangan di luar. Baru setelah bekerja saya bisa mendapatkan rumah kos yang lebih luas dan fasilitas yang lebih lengkap, seperti dapur. Sejak itu saya mulai suka memasak untuk bekal makan siang , selain lebih sehat juga hemat. Jadi setelah menikah pun, sudah tidak terlalu canggung sih memasak walaupun saya masih amatir. Suami saya senang melihat saya memasak dan coba-coba resep baru. Enak gak enak tetap dimakan, tapi kebanyakan sih berhasil kok (pede banget ya).

istri-memasak
Foto diambil dari keluarga.com

Kebanyakan wanita modern saat ini sudah jarang memasak, mungkin dengan alasan sibuk bekerja mereka beranggapan masak itu tidak praktis dan buang-buang waktu padahal sih banyak manfaat yang bisa didapat dari wanita yang hobi memasak.

  1. Memasak itu melatih kesabaran

Memasak itu tidak bisa asal jadi, butuh proses dari bahan mentah menjadi masakan yang lezat. Kita jadi belajar bersabar, mulai dari menyiapkan bahan-bahan  hingga akhirnya masakan itu siap.

  1. Badan lebih sehat

Masakan rumahan jelas lebih sehat karena kita benar-benar tahu bahan-bahan dan bumbu yang digunakan adalah yang baik kualitasnya dan sesuai takarannya. Hal ini menjadi nilai plus dimata pria lho! Karena di mata pria, wanita yang hobi memasak tentu akan memperhatikan gizi keluarganya kelak. Anak-anaknya  akan lebih sehat dan cerdas karena  tercukupi kebutuhan gizi untuk mendukung proses pertumbuhannya.

  1. Menghemat pengeluaran

Memasak di rumah akan lebih menghemat pengeluaran daripada makan di restoran setiap hari.  Biasanya saya udah bikin catatan menu untuk seminggu, jadi waktu ke pasar gak bingung lagi mau beli apa aja, dan menghindari bahan makan di kulkas terbuang karena busuk atau lupa diolah. Uang yang dihemat bisa kita gunakan untuk keperluan lain atau ditabung. Suami pun akan makin cinta, hehehe.

  1. Melatih kreativitas

Memasak membuat kita kreatif. Ya dong, kita terlatih untuk membuat variasi menu setiap hari untuk keluarga supaya tidak bosan.  Kita pun terlatih untuk sering-sering search di google mengenai resep-resep terbaru atau di media sosial saat ini bertabur informasi mengenai cara memasak berbagai makanan, dari pemula hingga mahir. Saya sih sekarang kalau ke toko buku lebih suka berlama-lama di bagian buku resep masakan dibanding novel, hahaha…

 

Buat yang akan menikah, ada baiknya belajar memasak dari sekarang, buat persiapan menjadi istri dan ibu kelak, dan tentunya gak canggung di depan mertua. Kalo saya sih dibanding mertua, ya masih jauh banget ketinggalan deh. Beliau udah senior banget, masakannya tu yang berat-berat kayak nge-rendang (saya belum bisa) dan lain-lain tu bumbunya benar-benar diolah sendiri, gak pake bumbu jadi pasar. Beliau bilang belum benar-benar masak namanya kalau bumbunya masih beli. Hehehe, nah sekarang saya udah mengurangi beli bumbu jadi, sudah mulai membuat bumbu sendiri, memang lebih repot tapi ternyata rasanya lebih enak dan pas. Rasanya juga masih segar, karena bahan seperti bawang dan cabai misalnya kita tahu itu tidak busuk atau semacamnya. Dan kalau membuat kue-kue tradisonal, ibuu mertua itu jago lo. Saya sih kalau kue tradisional yang ribet nyerah ya, masih seputar bikin cemilan-cemilan sederhana kayak bikin bakwan, mie goreng, atau bubur kacang hijau.

 

Beberapa social media yang bisa di stalking untuk memasak seperti instagram @yukbelajarmemasak,  @rasasayange, @belajarmemasak, @seleranusantara dll. Yuk, belajar memasak!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *